JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan sejumlah arahan penting kepada kader partai di wilayah Sulawesi Selatan. Ia menekankan perlunya peningkatan perolehan suara di provinsi tersebut, yang selama ini menjadi lumbung suara utama Partai Golkar untuk wilayah Indonesia Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar, pada Sabtu (18/7). Acara ini dihadiri oleh ribuan kader Partai Golkar yang hadir untuk mendengarkan arahan dan strategi baru dari pimpinan pusat.
Tiga Keputusan Besar dalam Musda
Bahlil menjelaskan bahwa Musda kali ini akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu:
- Evaluasi kepengurusan
- Penyusunan program kerja dan rekomendasi
- Pemilihan ketua DPD Partai Golkar
Ia menilai konsolidasi sebagai kunci untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Meskipun provinsi ini selama ini menjadi lumbung suara utama, dominasinya mengalami penurunan dalam Pemilu 2024.
Target Kursi yang Harus Naik
Bahlil meminta kepengurusan baru segera menuntaskan musyawarah cabang (muscab) di seluruh DPD II kabupaten dan kota, kemudian melanjutkan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. “Saya meminta nanti setelah musda selesai, dilaksanakan muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.
Selain itu, ia memberikan target khusus kepada kepengurusan baru agar mampu meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2029. “Satu yang saya tekankan, kursi harus naik. Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD yang nanti ditetapkan melalui musda. Kursi Partai Golkar harus bertambah, baik di DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota,” tegas Bahlil.
Partai yang Inklusif
Bahlil juga menyentil adanya kader yang ingin hijrah ke partai lain seusai perhelatan Musda. Menurutnya, meski banyak kader memilih mendirikan atau bergabung dengan partai lain seperti Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura, Partai Golkar tetap kokoh dan konsisten menjalankan amanat konstitusi.
“Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Memang beda pola partai,” ujar Bahlil.
Perolehan Kursi dan Pemilihan Ketua
Partai Golkar saat ini menguasai 14 kursi di DPRD Provinsi Sulsel hasil Pemilu 2024. Dengan perolehan tersebut, Golkar menduduki posisi kedua terbanyak dan menempati kursi wakil ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029. Di tingkat DPR, Partai Golkar memperoleh 4 kursi di DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel pada Pemilu 2024.
Bahlil hadir bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Bendahara Umum Sari Yuliati. Dalam Musda tersebut, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
IAS terpilih secara aklamasi usai menjadi calon tunggal. Penetapan dilakukan melalui sidang Musda Golkar Sulsel yang dipimpin oleh perwakilan DPP Golkar, Mustafa Raja di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Sidang berlangsung setelah seluruh tahapan pencalonan selesai dan IAS menjadi calon tunggal yang memenuhi syarat.
“Menetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih sekaligus ketua formatur untuk menyusun kepengurusan,” ujar Mustafa Raja.










