Sekolah Rakyat Deliserdang Mulai MPLS Meski Bangunan Belum Selesai 100 Persen


Keterlambatan Operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Deliserdang

Sekolah Rakyat (SR) yang berada di Kabupaten Deliserdang masih belum dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar meskipun tahun ajaran baru telah dimulai sejak 13 Juli lalu. Hal ini terjadi karena pembangunan gedung sekolah yang berlokasi di Desa Tandem Hilir 1, Kecamatan Hamparan Perak, belum mencapai 100 persen.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang, Khairuddin Hariman Siregar, menyampaikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dilaksanakan pada 30 Juli mendatang. Pada hari tersebut, seluruh siswa akan hadir bersama keluarga mereka dan kemudian tinggal di asrama.

“Di Medan sudah masuk, tapi di Deliserdang MPLS-nya tanggal 30. Belum bisa masuk karena minggu lalu progresnya masih 87,01 persen. Hari ini Kemensos datang melihat lagi perkembangannya. Kalau sudah 90 persen sudah bisa,” ujarnya.

Proses Persiapan MPLS dan Pelibatan Pihak Terkait

Pria yang akrab disapa Rudi ini juga mengatakan bahwa angkatan pertama siswa SR yang sebelumnya ditempatkan di UPT Kementerian Sosial di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, masih belum ada aktivitas belajar mengajar. Mereka akan ditempatkan di SR yang baru pada tanggal yang sama dengan siswa-siswi baru.

Dalam acara MPLS, akan dilakukan launching yang dihadiri oleh Bupati dan diundang Gubernur. “Biasanya orang Kementerian juga datang tapi belum ada info dari Pusat saat ini,” tambah Rudi.

Selain itu, pada 31 Juli nanti akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan apakah ada siswa yang terkena penyakit menular atau tidak. Jika ada, siswa tersebut akan dirawat terlebih dahulu.

Ketersediaan Guru dan Penyediaan Sumber Daya

Karena guru-guru di SR ini belum semuanya tersedia dan masih dalam proses rekrutmen, kebutuhan sementara dibantu oleh Pemkab dan Pemprov. Untuk guru SD dan SMP masing-masing sebanyak 9 orang, dan ini akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Deliserdang. Sementara untuk guru SMA sebanyak 17 orang akan ditanggung jawab oleh Pemprov Sumut.

“Katanya 2 bulan lagi baru selesai perekrutannya makanya ini gurunya diperbantukan dulu. Guru tamu istilahnya,” jelas Rudi.

Kehadiran Taruna Akmil sebagai Bagian dari Program Pembinaan

Selain itu, tanggal 3 Taruna Akmil juga dijadwalkan datang ke SR ini. Tujuannya adalah untuk memberikan pelajaran bina mental kepada siswa-siswi SR.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *