Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup dengan kenaikan pada Rabu (12/8/2026). Penguatan ini didorong oleh optimisme terhadap prospek bisnis kecerdasan buatan (AI), setelah beberapa perusahaan infrastruktur AI melampaui ekspektasi pasar. Sentimen positif juga semakin kuat setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali.
Indeks S&P 500 menguat sebesar 0,26% menjadi 7.748,50, sedangkan Nasdaq naik 0,54% ke 26.588,49. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average hanya turun tipis sebesar 0,04% menjadi 53.770,27.
Penguatan utama berasal dari saham-saham terkait AI. CoreWeave melonjak 19% setelah perusahaan komputasi awan AI tersebut menaikkan proyeksi belanja modal tahunan dan membukukan kinerja kuartal II di atas ekspektasi pasar. Saham perusahaan pusat data juga ikut meningkat. IREN naik hampir 10%, Applied Digital menguat 4,9%, sedangkan Nebius Group melonjak 34% setelah mencatatkan kinerja kuartal II yang melampaui perkiraan.
Optimisme sektor AI juga berdampak pada saham pembuat server dan chip. Super Micro Computer melonjak 19% setelah memberikan proyeksi pendapatan tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street. Nvidia naik 3%, sementara Micron Technology menguat 4,9%. Indeks saham semikonduktor PHLX juga bertambah sekitar 2,5%.
Robert Pavlik, senior portfolio manager Dakota Wealth, mengatakan bahwa data inflasi sesuai ekspektasi dan tidak mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga. Dari sisi makroekonomi, inflasi konsumen AS hanya naik tipis pada Juli. Penurunan harga bensin selama dua bulan berturut-turut membantu menjaga tekanan inflasi tetap rendah, sementara inflasi inti juga relatif terkendali.
Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga sebesar 62%. Sebelum data inflasi Juli dirilis, pasar masih terbelah antara ekspektasi kenaikan suku bunga dan keputusan mempertahankan suku bunga.
Optimisme pasar juga tercermin dari indeks volatilitas Cboe (VIX), yang turun 0,8 poin menjadi 14,45, level terendah sejak Januari.
Delapan dari 11 sektor S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor real estat memimpin penguatan dengan kenaikan 1,08%, disusul teknologi informasi sebesar 1,06%. Secara keseluruhan, saham yang menguat di bursa AS mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,7 banding 1. S&P 500 mencatat 19 saham yang mencapai level tertinggi baru dan dua saham mencetak level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 123 saham mencetak level tertinggi baru, sementara 95 saham berada di level terendah baru.
Meski demikian, aktivitas perdagangan relatif sepi. Volume transaksi di bursa AS mencapai 15,5 miliar saham, di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya yang berada di 17,5 miliar saham.
Hingga saat ini, S&P 500 telah menguat sekitar 13% sepanjang 2026. Penguatan saham berbasis AI menjadi salah satu penopang utama reli pasar saham AS, di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.












