Strategi Keamanan Laut di Belitung Timur
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menetapkan wilayah Kabupaten Belitung Timur sebagai salah satu titik strategis dalam pertahanan dan pengawasan laut nasional. Hal ini dilakukan melalui rencana pembangunan National Maritime Security System (NMSS) atau sistem monitoring maritim nasional.
Direktur Strategi Keamanan Laut Bakamla RI, Laksamana Pertama (Laksma) Bakamla, Steven Toar Sambouw, menjelaskan bahwa kedatangan tim mereka ke Belitung Timur bertujuan untuk melakukan survei kelayakan lahan. Proyek NMSS ini merupakan program nasional dari pemerintah pusat yang direncanakan dibangun di 35 titik di seluruh Indonesia.
Kabupaten Belitung Timur dipilih karena memiliki letak geografis yang sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran internasional. “Kenapa dibangun di Belitung Timur? Karena Belitung Timur berhadapan langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia I atau ALKI I,” ujar Steven, Jumat (17/7).
Steven menyebutkan bahwa tingginya aktivitas pelayaran dan lalu lalang kapal di jalur internasional ALKI I meningkatkan potensi terjadinya pelanggaran hukum di laut. Untuk mengatasi hal tersebut, Bakamla RI akan memperkuat pengawasan melalui infrastruktur NMSS yang menggunakan teknologi tinggi seperti stasiun radar berjangkauan luas, pemantauan satelit, dan pengoperasian drone pengawas.
Saat ini, Bakamla RI telah menyiapkan tiga lokasi alternatif di Belitung Timur yang akan ditinjau secara langsung ke lapangan. Lokasi-lokasi tersebut adalah Pantai Tambak di Desa Sukamandi, Pantai Burung Mandi di Desa Burung Mandi, dan Pantai Nyiur Melambai di Desa Lalang. “Kami akan meninjau kira-kira mana yang lebih optimal digunakan dari berbagai aspek,” ucapnya.
Faktor utama yang menjadi penilaian tim survei adalah coverage area atau daya jangkau tangkapan radar, serta kemudahan akses mobilitas personel dalam merespons situasi darurat di laut. Fasilitas pengawasan ini juga akan berfungsi sebagai early warning system atau sistem peringatan dini yang mampu menyuplai data cepat kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
Adapun faktor lahan, Steven menyebut proyek ini memerlukan area tanah sekitar 6 ribu sampai 8 ribu meter persegi. Lahan tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan menara radar, kantor pengawasan, serta fasilitas mess bagi personel. Jika koordinasi berjalan lancar tanpa hambatan, pembangunan NMSS ditargetkan dapat mulai pada beberapa bulan ke depan. “Kalau Bapak Bupati merestui dan proses administrasi berjalan lancar, Insya Allah bulan September tahun ini kita sudah bisa memulai melakukan pembangunan fisik NMSS di Belitung Timur,” pungkasnya.
Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
RENCANA pembangunan National Maritime Security System (NMSS) oleh Bakamla RI di Kabupaten Belitung Timur juga membawa kabar baik terkait penyerapan tenaga kerja lokal. Fasilitas yang dijadwalkan mulai dibangun pada September 2026 ini dipastikan akan membuka peluang karier bagi masyarakat di Belitung Timur untuk diangkat menjadi pegawai Bakamla RI.
Direktur Strategi Keamanan Laut Bakamla RI, Laksma Bakamla Steven Toar Sambouw, menjelaskan bahwa mereka memprioritaskan keterlibatan SDM lokal untuk menjadi awak NMSS. “Ada peluang besar bagi putra daerah di Belitung Timur untuk diangkat menjadi pegawai Bakamla sebagai awak sistem NMSS ini nanti. Jumlah kebutuhan personelnya lumayan, kurang lebih ada 30 orang yang akan mengawaki,” ujar Steven, Jumat (17/7).
Steven mengungkapkan alasan di balik penyerapan tenaga kerja lokal tersebut. Jika formasi awak kantor pengawasan diisi oleh orang luar, tingkat pengajuan mutasi ke daerah asal berpotensi sangat tinggi setelah beberapa tahun bekerja. “Kalau semua yang direkrut adalah putra daerah, saya kira mereka tidak akan minta mutasi-mutasi lagi,” ucapnya.
Di sisi lain, keberadaan NMSS ini diklaim akan memberikan keuntungan yang sangat luas bagi Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan masyarakat, apalagi nelayan. Sistem tersebut dilengkapi kemampuan deteksi dini yang mampu mempersingkat response time jika terjadi kecelakaan lalu lintas laut maupun musibah nelayan hilang.
Data dari Bakamla akan terintegrasi langsung ke pemda, sehingga Bupati Belitung Timur dan jajaran bisa mengambil langkah secara cepat. “Pembangunan NMSS ini selain untuk memonitoring kedaulatan di laut, manfaatnya bisa digunakan langsung oleh masyarakat dan pemerintah daerah di Belitung Timur, khususnya dalam kecepatan menanggulangi kejadian di laut,” jelas Steven.
Terakhir, Bakamla RI sangat mengharapkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat di Belitung Timur. Mereka berharap agar proses administrasi dan pembangunan dapat berjalan mulus tanpa hambatan. “Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat Belitung Timur agar proses ini berjalan lancar,” ujarnya.










