Daerah  

KILA Bangkitkan Lagu Anak di Surabaya, Ratusan Siswa Ikuti Pentas Sahabat Dolanan


SURABAYA – Ratusan siswa, orang tua, guru, dan masyarakat hadir di Balai Pemuda Surabaya untuk menyaksikan Pentas Lagu Anak bertajuk ‘Sahabat Dolanan’, pada Kamis (2/10). Acara ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2025 di Surabaya.

Pentas yang digelar dalam kerangka program nasional KILA ini menampilkan berbagai tampilan kreatif dari para peserta. Setiap kelompok menampilkan aransemen yang unik, penuh keceriaan, serta memukau dengan kualitas vokal mereka. Sorak riuh dan tepuk tangan meriah mengiringi setiap penampilan.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Saifullah Agam, menekankan pentingnya menghidupkan kembali ruang bagi lagu anak di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa dulu, banyak penyanyi anak yang memiliki lagu-lagu yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, saat ini, anak-anak lebih sering menyanyikan lagu orang dewasa yang tidak sesuai usia mereka.

Melalui KILA, pemerintah ingin membangkitkan ekosistem industri lagu anak agar anak-anak kembali punya ruang berekspresi, baik di sekolah maupun di rumah.

Beberapa sekolah turut serta dalam acara ini, antara lain SDN Ketintang 1 Surabaya, SD Santo Yoseph, SDN Sumur Welut 3, Vision School Surabaya, dan Band SMAN 4 Sidoarjo. Mereka membawakan lagu anak dalam berbagai format, mulai dari paduan suara hingga band sekolah.

Penasihat KILA, Dhenok Bientarno, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem musik anak yang sehat. Ia berharap lagu anak dari program KILA bisa diterima luas, tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga remaja, orang tua, dan guru.

Selain penampilan siswa, acara juga menghadirkan Duta KILA yang merupakan pemenang lomba menyanyi KILA 2020–2024, seperti Theo, Saka, Alisha, Angel, Nikeisha, Shelomita, Mikael, Aiko, Krissan, dan Shabiyya. Mereka membawakan lagu-lagu anak modern dengan pesan edukatif.

Tarian ceria dari Sanggar Laboratorium Remo Surabaya menambah hangat suasana. Banyak orang tua yang hadir tampak terharu, bahkan bernostalgia dengan masa kecil saat lagu anak masih akrab di telinga.

“Senang sekali lihat anak-anak kembali nyanyi lagu anak, bukan lagu orang dewasa. Jadi ingat masa kecil,” ujar Nuraini, salah satu wali murid.

Sejak digagas pada 2020, KILA telah melahirkan puluhan lagu anak baru yang tidak hanya dipentaskan, tetapi juga bisa dinikmati melalui berbagai platform musik digital.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *