Daerah  

Cara Isi Riwayat Pendidikan di DRH dan Pemberkasan CASN 2025 yang Benar!


Tahapan Penting dalam Pengisian DRH Setelah Lulus Seleksi CPNS atau PPPK

Setelah dinyatakan lulus seleksi akhir CPNS atau PPPK, tahapan berikutnya yang harus dilakukan adalah pengisian DRH (Daftar Riwayat Hidup) dan pemberkasan digital melalui portal resmi SSCASN BKN. Salah satu bagian yang sangat penting dalam proses ini adalah riwayat pendidikan. Data pendidikan yang kamu masukkan akan digunakan untuk menentukan Nomor Induk Pegawai (NIP/Nomor Induk PPPK). Oleh karena itu, keakuratan data sangat krusial.

Persiapkan Dokumen Ijazah Asli dari Semua Jenjang

Sebelum memulai pengisian data di portal DRH, pastikan kamu sudah menyiapkan ijazah asli dari semua jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi terakhir (S1 atau D4). Jangan mengandalkan salinan atau foto yang tidak jelas. Portal SSCASN akan meminta kamu mengisi data yang identik dengan ijazah, sehingga ketelitian menjadi kunci utama.

Pastikan kamu tidak menulis nama sekolah atau universitas sesuai ingatan. Misalnya, jika di ijazah tertulis “SMA Negeri 1 Yogyakarta,” maka tuliskan persis seperti itu. Jangan disingkat menjadi “SMAN 1 Jogja” atau ditulis dengan versi tidak baku, karena bisa menyebabkan perbedaan data antara DRH dan dokumen yang kamu unggah.

Pengisian Dimulai dari Pendidikan Dasar (SD)

Dalam form DRH SSCASN, kamu akan diminta untuk mengisi riwayat pendidikan secara berurutan, mulai dari jenjang paling awal yaitu Sekolah Dasar (SD). Masukkan nama sekolah sesuai ijazah, lalu isi tahun masuk dan tahun lulus. Lanjutkan dengan mengisi data untuk jenjang SMP dan SMA dengan cara yang sama.

Biasanya, sistem hanya membutuhkan informasi dasar: nama lembaga pendidikan, lokasi, tahun masuk dan tahun lulus. Tidak perlu mencantumkan nilai atau NISN, kecuali diminta dalam format unggahan dokumen.

Meskipun jenjang SD hingga SMA tampak sepele, jangan pernah menganggap remeh. Banyak kasus gagal pemberkasan karena ada perbedaan penulisan nama sekolah atau tahun lulus yang tidak sesuai antara DRH dan ijazah.

Masukkan Pendidikan Tinggi dengan Detail Lebih Lengkap

Setelah pendidikan dasar dan menengah, kamu akan diminta mengisi data pendidikan tinggi (S1 atau D4) yang menjadi dasar kamu melamar formasi CPNS atau PPPK. Di sinilah kamu harus lebih teliti lagi, karena data ini paling krusial.

Kamu akan diminta mengisi nama perguruan tinggi, jurusan atau program studi, gelar akademik yang diperoleh, tahun masuk, dan tahun lulus. Semua data ini harus sama persis dengan yang tertulis di ijazah dan transkrip nilai.

Jangan menuliskan gelar seenaknya. Misalnya, jika kamu lulusan “Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris,” dan ijazahmu mencantumkan gelar “S.Pd.” maka tuliskan gelar akademik tersebut sesuai format itu, bukan “S1 Pendidikan Inggris” atau “Bachelor of English Education”.

Jika kamu memiliki lebih dari satu ijazah perguruan tinggi (misalnya S1 dan S2), biasanya kamu hanya perlu mengisi ijazah tertinggi yang digunakan untuk melamar. Namun, kamu tetap bisa mencantumkan seluruh riwayat pendidikan tinggi jika sistem DRH memungkinkan.

Perhatikan Ejaan, Huruf Kapital, dan Format

Salah satu kesalahan umum dalam pengisian DRH adalah ejaan dan kapitalisasi. Kamu harus menggunakan huruf besar/kecil secara konsisten dan sesuai standar. Hindari menulis seluruh data dengan huruf kapital semua (contoh: UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG), kecuali diminta demikian oleh sistem.

Contoh penulisan yang benar:
– Universitas Negeri Semarang
– SMA Negeri 1 Surabaya
– SD Muhammadiyah 3 Jakarta

Selain itu, pastikan kamu menghindari typo atau kesalahan ketik. Kesalahan sederhana seperti “Univ” yang seharusnya “Universitas” bisa dianggap sebagai data tidak valid oleh verifikator.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *