Cadillac Tetap Berkomitmen pada Mobil Bensin Meski Berfokus pada Listrik
Cadillac, salah satu merek premium dari General Motors (GM), dikenal sebagai salah satu brand yang paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun, ternyata merek ini masih memiliki minat besar terhadap mobil bermesin bakar. CEO GM, Mary Barra, baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan akan meluncurkan model-model Cadillac ICE (Internal Combustion Engine) generasi berikutnya pada musim semi 2027.
Menurut laporan yang tidak disebutkan sumbernya, model tersebut diperkirakan merupakan crossover Cadillac XT5 generasi kedua. Selain itu, model lain seperti CT5 dan XT6 juga diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat. Barra menegaskan bahwa peluncuran produk ICE dari Cadillac akan terus berlangsung hingga 2028.
Keberadaan model-model ICE ini akan menjadi pelengkap bagi model SUV listrik yang sudah ada, seperti Optiq, Lyriq, Vistiq, dan Escalade IQ EV. Dengan demikian, Cadillac tetap mempertahankan keberadaannya di pasar mobil bermesin bakar meskipun sedang fokus pada pengembangan kendaraan listrik.
Permintaan Konsumen yang Tidak Sesuai dengan Prediksi
Barra mengatakan bahwa perusahaan tidak melihat konsumen beralih ke kendaraan bahan bakar yang lebih kecil dan efisien. Justru, ia mengklaim bahwa GM telah melihat permintaan yang kuat untuk truk dan SUV ukuran penuh. Hal ini terasa aneh mengingat perang di Iran telah menyebabkan kenaikan harga bensin, sehingga membuat penjualan mobil hibrida meningkat di produsen mobil lain.
Namun, data kuartal kedua GM sendiri tidak mendukung pernyataan Barra. Penjualan Chevrolet Suburban dan Tahoe masing-masing turun 20,4% dan 8,1%, sementara setiap versi Silverado – termasuk versi ringan, menengah, dan berat serta EV – mencatat penurunan antara 0,9% dan 29,4%.
Penjualan GMC Yukon juga turun 3,9% pada kuartal kedua, sementara Sierra HD turun 8,3%. Demikian pula, Cadillac Escalade turun 5,9%. Satu-satunya titik terang yang nyata adalah Sierra dan Sierra EV, yang masing-masing naik 11,3% dan 15,2%. Namun, angka ini hanya setara dengan tambahan 6.955 unit, jadi bukan sesuatu yang patut dibanggakan.
Kekurangan dalam Pasar Hibrida
Saat ini, GM hampir tidak memiliki mobil hibrida. Mobil hibrida yang saat ini tersedia hanya Corvette e-Ray yang menggabungkan mesin V8 6.2 liter dengan sistem hybrid (HEV). Dengan demikian, perusahaan ini tidak memiliki “benteng” yang cukup tebal untuk bermain di kelas hibrida dan lebih memilih langsung bergerak ke BEV (Battery Electric Vehicle).
Ini menunjukkan bahwa GM lebih memilih untuk fokus pada pengembangan kendaraan listrik sepenuhnya daripada mengambil jalur hibrida. Meskipun begitu, keputusan ini bisa menjadi tantangan karena pasar hibrida semakin berkembang, terutama di tengah situasi kenaikan harga bensin dan kepedulian lingkungan yang meningkat.












