Pasca Gempa NTT: Dermaga Maumere Roboh, Kemenhub Uji Fasilitas


Kementerian Perhubungan Lakukan Pemeriksaan Intensif Infrastruktur Pelabuhan NTT Pasca-Gempa

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap infrastruktur pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8). Langkah darurat ini dilakukan guna memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa, petugas, serta keamanan operasional di kawasan perairan yang terdampak.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa aspek keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca-bencana. “Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” tegas Masyhud, Minggu (16/8).

Instruksi Pemantauan Ketat 48 Jam

Untuk mengantisipasi bahaya susulan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah NTT untuk siaga penuh. Pemantauan ketat diwajibkan berlangsung sekurang-kurangnya 24 hingga 48 jam ke depan.

Pemeriksaan menyeluruh mencakup struktur vital pelabuhan, seperti dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, instalasi listrik dan BBM, hingga alur pelayaran. Kemenhub juga menegaskan bahwa infrastruktur yang menunjukkan retakan atau kerusakan struktur dilarang keras beroperasi sebelum mengantongi izin teknis.

“Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,” kata Masyhud.

Daftar Pelabuhan Terdampak Gempa NTT

Berdasarkan laporan resmi UPT Ditjen Perhubungan Laut, sejumlah titik sarana dan prasarana transportasi laut mengalami dampak kerusakan dengan tingkatan bervariasi:

  • Pelabuhan Laurentius Say/Maumere: Sebagian bangunan terminal penumpang dan area dermaga dilaporkan roboh. Saat gempa terjadi, kapal KM Bukit Siguntang sedang bersandar. Pengamanan ketat telah diberlakukan untuk kapal, penumpang, awak, serta petugas di area tersebut.

  • Pelabuhan Labuan Bajo: Retakan dinding dan dermaga ditemukan pada Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Kerusakan serupa juga terjadi pada dinding kantor dan gudang Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu. Kendati beberapa perjalanan wisata sempat dibatalkan, operasional pelayaran kini dibuka kembali seiring dicabutnya peringatan dini tsunami oleh BMKG.

  • Pelabuhan Marapokot: Area causeway dan dermaga eksisting mengalami penurunan elevasi, disertai benteng pagar pembatas yang runtuh.

  • Pelabuhan Lainnya: Kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang turut teridentifikasi di Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu. Adapun Pelabuhan Larantuka dinyatakan berada dalam kondisi aman tanpa kerusakan.

Masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk tetap tenang serta mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan, terutama pada lokasi pelabuhan yang masih menjalani pengujian teknis.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *