Pengalaman Eva dalam Pelatihan Menjahit di BLK Grobogan
Eva tampil bahagia saat menunjukkan hasil kemeja batik ungu yang dia jahit sendiri setelah mengikuti pelatihan menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Grobogan. Awalnya, ia merasa ragu dan tidak percaya diri ketika masuk ke kelas menjahit. Namun, kesabaran instruktur membuatnya berani mencoba mesin jahit untuk pertama kalinya.
Selama sebulan penuh, Eva bersama peserta lain belajar menjahit berbagai jenis pakaian seperti blus, gamis, celana, rok hingga kemeja pria. Proses belajar dilakukan dengan tekun dan penuh semangat, sehingga Eva kini mampu membuat berbagai model pakaian yang sebelumnya tidak bisa ia bayangkan.
“Saya sebulan di sini. Dari yang tidak bisa apa-apa jadi bisa menjahit. Sudah bisa bikin blus, rok, dan kemeja,” ucap Eva penuh semangat. Ia juga berencana membuka usaha menjahit setelah selesai pelatihan, meskipun sempat mempertimbangkan untuk bekerja di garmen terlebih dahulu.
“Mungkin setelah ini bisa membuka usaha menjahit atau bekerja dulu untuk modal. Semua ilmu di BLK akan saya gunakan,” kata Eva berharap. Keinginan untuk mandiri dan mengembangkan keterampilan menjadi motivasi utamanya.
Instruktur menjahit, Anik, menyebutkan bahwa perkembangan peserta sangat pesat, meski sebagian besar belum pernah menyentuh mesin jahit sebelumnya. Pelatihan dimulai pada 1 September 2025 dan sepekan pertama fokus pada dasar-dasar menjahit, seperti penggunaan mesin, memasang benang, hingga teknik dasar menjahit.
Tahap berikutnya melibatkan pembelajaran tentang membuat pola, menyambung kain, menjahit tepi, serta finishing agar pakaian siap dipakai dengan rapi. Anik mengakui bahwa proses pembelajaran butuh kesabaran karena banyak peserta tanpa dasar menjahit. Namun, niat kuat mereka membuat proses lebih mudah dijalani.
“Alhamdulillah mereka mau belajar, bahkan kini bisa menjahit blus, kemeja, celana, dan rok dengan berbagai jenis kain,” tutur Anik bangga. Kepuasan tersirat dari senyumnya saat melihat peserta mampu menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
Kepala UPTD BLK Grobogan, Agus Susanto, menyebutkan bahwa pelatihan menjahit berlangsung dari 1 September hingga 6 Oktober 2025 mendatang. Ia mengapresiasi peserta yang sebelumnya tidak bisa menjahit, kini mampu menghasilkan busana sesuai target pembelajaran.
Agus juga menjelaskan bahwa paket pelatihan menjahit ini didanai oleh APBD DBCHT 2025, yang disertai dengan pelatihan lain seperti kue, tata rias, pengolahan ikan, hingga pertukangan. Tujuannya adalah untuk memberikan peluang kepada masyarakat dalam mengembangkan keterampilan dan membuka usaha mandiri.
Agus berharap seluruh peserta pelatihan menjahit di BLK Grobogan dapat mengembangkan keterampilan dan membuka usaha mandiri. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Grobogan.


