Daerah  

Unimal Jadi Satu-satunya PTN di Sumatera dengan Prodi Bioteknologi


Universitas Malikussaleh Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum Bioteknologi

Universitas Malikussaleh menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri di Pulau Sumatera yang memiliki Program Studi S1 Bioteknologi. Untuk memastikan bahwa program ini tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan industri, Fakultas Pertanian Unimal menggelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum.

Lokakarya tersebut dilaksanakan pada Rabu (16/7/2026) di Aula Fakultas Pertanian. Acara ini diselenggarakan secara hybrid dan bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan pendidikan tinggi, serta kebutuhan dunia usaha dan industri.

Tujuan Penyusunan Kurikulum

Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Unimal, Dr Erniati, MSi, lokakarya ini memiliki nilai strategis karena Prodi Bioteknologi Unimal adalah satu-satunya program studi sejenis di PTN di Sumatera. Dengan demikian, penting bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan.

Erniati menjelaskan bahwa melalui forum ini, Prodi Bioteknologi mengumpulkan masukan dari berbagai pihak seperti akademisi, praktisi, alumni, pengguna lulusan, dan mitra industri. Tujuannya adalah menyusun kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kompetensi lulusan.

“Kurikulum harus terus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan dunia industri,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengembangan kurikulum harus dilakukan secara berkala agar lulusan mampu menjawab tantangan global dan mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pendekatan Berbasis Outcome-Based Education (OBE)

Dalam paparannya, Dr Listya Utamai Karmawan dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta menjelaskan pentingnya penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum ini fokus pada capaian pembelajaran lulusan dan keterkaitan antara proses pembelajaran dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Menurut Dr Listya, kurikulum pendidikan tinggi harus mampu mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan profesional, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah di tengah pesatnya perkembangan bioteknologi.

“Penyusunan kurikulum tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga harus mampu mengantisipasi tantangan masa depan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keterlibatan stakeholder sangat penting agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan.

Penguatan Kompetensi Lulusan

Koordinator Program Studi S1 Bioteknologi Unimal, Dr Lukman, menjelaskan bahwa hasil evaluasi kurikulum yang selama ini diterapkan serta rancangan kurikulum baru disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kebijakan pendidikan tinggi terkini, perkembangan ilmu bioteknologi, dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Pembaruan kurikulum dilakukan untuk memperkuat kompetensi lulusan dalam bidang bioteknologi pertanian, bioteknologi pangan, bioteknologi lingkungan, biologi molekuler, kultur jaringan, mikrobiologi, bioinformatika, serta kemampuan penelitian dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Peserta lokakarya berasal dari unsur internal dan eksternal. Peserta internal meliputi pimpinan Fakultas Pertanian, LP3M, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Sementara itu, peserta eksternal terdiri atas perwakilan dunia usaha dan industri, praktisi, akademisi, alumni, serta pengurus IPSBI.

Rekomendasi dari Stakeholder

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai stakeholder dari dunia industri dan mitra strategis. Di antaranya Muryanto, MSi dari PT East-West Seed Indonesia, Saifuddin Noerdin, MSM dari PT Pupuk Iskandar Muda, dan Moch Charis, ST dari Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan, Aceh Tengah.

Dari kalangan akademisi, masukan disampaikan oleh Prof Dr Sudarsono, MSc dari IPB University dan Ika Agus Rini, PhD dari Sungkyunkwan University, Korea Selatan.

Para peserta memberikan berbagai rekomendasi, antara lain penguatan kompetensi lulusan. “Peningkatan pengalaman belajar di laboratorium dan lapangan, pengembangan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi digital, serta penguatan kolaborasi dengan dunia industri,” ujarnya.

Selain itu, stakeholder mengusulkan agar kurikulum Program Studi S1 Bioteknologi dirancang lebih adaptif terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI). Integrasi AI dinilai penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama dalam bidang bioinformatika, analisis genom, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Kesimpulan

Seluruh masukan yang diperoleh dalam lokakarya ini akan menjadi dasar penyempurnaan struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, serta pengembangan mata kuliah agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan riset bioteknologi.

Melalui lokakarya ini, Program Studi S1 Bioteknologi Universitas Malikussaleh menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai institusi.

Sebagai satu-satunya Program Studi Bioteknologi pada PTN di Sumatera, Unimal diharapkan menjadi pusat pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi bioteknologi yang mampu melahirkan lulusan profesional, adaptif, dan berkontribusi bagi pembangunan sektor pertanian, pangan, lingkungan, kesehatan, serta industri berbasis hayati di Indonesia.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *