Etika Menulis dalam Era Digital
Universitas Satya Terra Bhinneka melalui Pusat Bahasa mengadakan sebuah talkshow dengan tema “Etika Menulis untuk Mahasiswa di Era Digital” di Auditorium Bung Karno, Medan, pada Selasa, 30 September 2025. Acara ini menarik perhatian lebih dari 200 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi dan sangat antusias sejak awal acara.
Talkshow tersebut menghadirkan Ezra Alfatah, seorang penulis, content creator, serta akademisi yang dikenal aktif dalam mempromosikan literasi. Dalam pidatonya, Ezra menyampaikan bahwa menulis di era digital tidak hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tanggung jawab moral. Ia menekankan pentingnya etika dalam menulis sebagai dasar yang harus ditanamkan sejak dini.
βEtika menulis harus ditanamkan sejak dini. Menulis bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga mencerminkan integritas, kejujuran, dan kedewasaan berpikir,β ujar Ezra.
Ia juga memberikan peringatan kepada para mahasiswa agar selalu berhati-hati dalam mengutip sumber dan menghindari plagiarisme. Ezra menegaskan bahwa karya yang orisinal dan bermanfaat adalah hal yang paling penting dalam dunia akademik.
Selain itu, Ezra mengingatkan peserta tentang praktik tidak etis seperti manipulasi data, yang dapat merugikan mahasiswa di masa depan. Pesan-pesan ini mendapat respons positif dari peserta, yang aktif terlibat dalam diskusi mengenai tantangan menulis di era digital. Topik-topik yang dibahas mencakup penggunaan AI, strategi menghindari plagiarisme, hingga tips membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tugas akademik.
Pusat Bahasa Universitas Satya Terra Bhinneka melihat kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam membangun budaya literasi yang sehat dan berkelanjutan di lingkungan kampus. Melalui talkshow ini, universitas berharap mahasiswa mampu menghasilkan karya akademik berkualitas sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.
Program Literasi yang Berkelanjutan
Pusat Bahasa akan terus berkomitmen untuk menggelar lebih banyak program literasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Tujuan dari program-program ini adalah memperkuat kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter yang berintegritas.
Beberapa program yang direncanakan termasuk pelatihan menulis yang lebih mendalam, seminar tentang etika akademik, dan workshop menggunakan teknologi modern seperti AI dalam proses penulisan. Dengan demikian, mahasiswa akan memiliki wawasan yang lebih luas dan kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan di dunia akademik dan profesional.
Kesiapan Mahasiswa Menghadapi Tantangan Menulis
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menulis, terutama di era digital. Beberapa mahasiswa menyebutkan kesulitan dalam mengelola waktu, menghindari plagiarisme, dan mempertahankan kualitas karya. Mereka juga berbagi pengalaman dalam menggunakan alat bantu seperti AI untuk membantu proses penulisan.
Ezra memberikan beberapa saran praktis untuk menghadapi tantangan ini. Misalnya, ia menyarankan mahasiswa untuk selalu melakukan pengecekan plagiarisme menggunakan alat yang tersedia, serta memperbanyak bacaan untuk meningkatkan kualitas tulisan. Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menulis, baik untuk tugas akademik maupun proyek pribadi.
Kesimpulan
Talkshow ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya etika menulis di era digital. Dengan adanya pemahaman yang lebih dalam tentang tanggung jawab akademik dan etika, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pusat Bahasa akan terus berupaya untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan serupa guna mendukung pembangunan budaya literasi yang sehat dan berkelanjutan di kampus.


