Kecelakaan Maut di Perlintasan Rel Kokrosono Semarang
Kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan rel Kokrosono, Kota Semarang, pada Senin (20/7/2026), menjadi peringatan penting tentang kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Peristiwa ini melibatkan sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang dan kereta api, sehingga menimbulkan dua korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian, sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi H4050AF diduga tertabrak oleh kereta api saat melintas di perlintasan tersebut. Motor itu disebut ditumpangi tiga orang, termasuk seorang pengendara dewasa dan dua anak yang diduga merupakan murid sekolah dasar.
Saksi mata di lokasi, Eko (50), penjual kayu di sekitar perlintasan, mengatakan bahwa sepeda motor dan ketiga penumpangnya terpental setelah tertabrak kereta. Ia menjelaskan bahwa motor tersebut bergerak dari arah selatan ke utara, dan palang pintu sudah tertutup. Korban telah diberi peringatan oleh warga sekitar.
Menurut Eko, pengendara diduga baru saja mengantar anak sekolah dan nekat menerobos perlintasan meski palang pintu sudah tertutup serta telah diperingatkan. Namun, informasi ini masih berupa keterangan saksi dan belum dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh petugas, sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Penjelasan dari Pihak Kepolisian
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat dua korban yang dinyatakan meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa identitas korban masih dalam proses pemeriksaan di rumah sakit.
AKP Untung juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat melintasi perlintasan rel. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Penjelasan dari PT KAI Daop 4 Semarang
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut melibatkan KA 2527 KA Barang Petikemas Cargo yang beroperasi dari Stasiun Kampung Bandan, Jakarta, menuju Stasiun Kalimas, Surabaya. Kereta tersebut tertabrak sepeda motor di perlintasan sebidang Nomor 5 KM 1+5/6 antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol pada pukul 06.50 WIB.
Akibat kejadian tersebut, KA Barang Petikemas sempat Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Semarang Poncol pada pukul 06.54 WIB untuk menjalani pemeriksaan sarana. Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), perjalanan kereta kembali dilanjutkan pada pukul 06.56 WIB.
Luqman menjelaskan bahwa, berdasarkan keterangan masinis, sebelum tabrakan terjadi, masinis telah membunyikan klakson lokomotif secara berulang sebagai peringatan kepada pengguna jalan agar menjauh dari jalur kereta.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” kata Luqman. Dia juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang dengan berhenti ketika sinyal berbunyi serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.
Kondisi di Lokasi Kejadian
Dari pantauan di lokasi kejadian, seluruh korban telah dievakuasi oleh tim medis. Relawan dan polisi juga turut berada di lokasi kejadian. Hingga pukul 08.00 WIB, arus lalu lintas berjalan normal.












