Daerah  

Saat Kapolres Ciamis jadi pengemudi becak listrik, pengayuhnya malah jadi penumpang


Ringkasan Berita:

  • Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melakukan uji coba becak listrik bantuan Prabowo Subianto
  • Eko Iskandar mengemudikan becak sejauh 10 kilometer dengan pengayuh becak sebagai penumpang
  • Becak listrik dinilai memudahkan pekerjaan pengayuh karena mengurangi beban fisik secara signifikan
  • Uji coba ini menunjukkan potensi teknologi dalam membantu aktivitas ekonomi masyarakat di Ciamis

 

Laporan Wartawan , Ai Sani Nuraini

, CIAMIS – Pemandangan tak biasa terlihat saat uji coba becak listrik yang merupakan bantuan dari Prabowo Subianto di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2026).

Seorang pengayuh becak yang sehari-hari terbiasa berada di balik kemudi, kali ini justru duduk santai sebagai penumpang.

Sementara posisi pengemudi diambil alih Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si.

Bukan sekadar mencoba sebentar, AKBP Eko mengemudikan becak listrik tersebut menempuh jarak yang cukup lumayan, yakni sekitar 10 kilometer.

Perjalanan itu menjadi kesempatan bagi Kapolres untuk merasakan langsung bagaimana becak listrik digunakan di jalan. 

Mulai mengatur laju kendaraan, menjaga keseimbangan setang hingga merasakan tarikan tenaga listrik yang membuat kendaraan tersebut bisa melaju tanpa harus terus-menerus mengandalkan tenaga kayuhan.

Bagi pengayuh becak yang menjadi penumpang, situasi tersebut tentu menjadi pengalaman berbeda. 

Kendaraan yang biasanya ia kayuh dengan tenaga sendiri kini justru membawanya berkeliling, sementara orang lain mengambil alih kemudi.

Setelah merasakan langsung mengemudikan becak listrik, Eko menilai kendaraan tersebut relatif mudah digunakan.

Ia mengatakan, tenaga yang dikeluarkan pengemudi jauh lebih ringan karena becak mendapatkan bantuan dari tenaga listrik. 

Pengemudi tidak harus mengandalkan kekuatan kaki untuk terus mengayuh, terutama ketika harus menempuh perjalanan beberapa kilometer.

“Bisa menggunakan tarikan listrik, jadi tidak terlalu menggunakan tenaga kayuhan,” ujar Eko kepada wartawan.

Ia bahkan mengaku perjalanan hampir 10 kilometer yang dilakukannya terasa ringan. 

Menurutnya, pengoperasian becak listrik lebih banyak membutuhkan konsentrasi untuk mengatur gas dan menjaga kestabilan setang.

“Emang tadi saya mungkin mengemudi kurang lebih 10 kilometer tidak terasa. Tidak terasa karena hanya menekan gas dan menstabilkan setangnya,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana teknologi sederhana dapat mengubah aktivitas yang selama ini mengandalkan tenaga fisik.

Bagi pengayuh becak, pekerjaan mengantar penumpang bukan hanya soal mengemudikan kendaraan. 

Mereka harus mengayuh dengan tenaga sendiri, membawa beban penumpang, serta menghadapi kondisi jalan yang terkadang menanjak atau harus ditempuh dalam jarak cukup jauh.

Dengan adanya bantuan tenaga listrik, beban tersebut diharapkan bisa berkurang.

Terlebih, becak listrik tetap mempertahankan bentuk dan fungsi becak yang selama ini dikenal masyarakat. Perbedaannya terletak pada sumber tenaga yang membantu kendaraan bergerak.

Uji coba yang dilakukan Kapolres Ciamis pun bukan hanya menjadi kesempatan untuk merasakan teknologi tersebut, tetapi juga memperlihatkan bagaimana becak listrik dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer, Eko memberikan respons positif terhadap kendaraan tersebut.

“Bagus, ya mudah-mudahan manfaat, berkah, barokah bagi para pengayuh becak,” ucapnya.

Harapan tersebut tentu menjadi bagian penting dari kehadiran becak listrik di tengah para pengayuh becak.

Sebab, bagi mereka, becak bukan sekadar kendaraan. Di balik setiap kayuhan pedal, ada penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Jika tenaga listrik mampu membuat pekerjaan menjadi lebih ringan, para pengayuh becak diharapkan dapat tetap menjalankan profesinya tanpa harus mengeluarkan tenaga sebesar ketika menggunakan becak konvensional.

Pemandangan Kapolres yang menjadi pengemudi dan pengayuh becak yang justru duduk sebagai penumpang akhirnya menjadi gambaran sederhana dari perubahan tersebut.

Sebuah pengalaman sederhana, tetapi memberi gambaran tentang harapan baru bagi para pengayuh becak di Kabupaten Ciamis.(*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *