Daerah  

300 Truk dan Kendaraan Towing Massa GSJT Bergerak Dari Luar Kota Masuk Surabaya


Surabaya mediaawas.com | Massa aksi Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) mulai bergerak dari kawasan Puspa Agro, Sidoarjo menuju sejumlah lokasi di Surabaya, Rabu (30/9/2026) siang.

Korlap aksi demo GSJT Angga menerangkan, “Aksi demo ini sekitar 300 an unit kendaraan yang terdiri dari truk dan kendaraan towing titik kumpul di puspo agro sidoarjo bergerak menuju Surabaya.” Jelasnya

Petugas kepolisianpun telah disiagakan dari pos bundaran waru untuk melakukan pengamanan sekaligus mengatur arus lalu lintas selama pergerakan massa.

Angga menyampaikan “Beberapa tuntutan kepada dinas perhubungan propensi Jawa timur adalah:
1. Hapus Barcode BBM Bersubsidi

2. Tagih janji Pemprop Jatim pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan GSJT

3. Tagih janji jasa marga mengenai pembiayaan penyesuaian dimensi 100 kendaraan GSJT

4. Stop pelarangan kendaraan lebih muatan naik kapal

5. Pertanggungjawaban pemerintah kemacetan ada di pelabuhan ketapang

6. Biasiswa anak korban kecelakaan kapal

7. Revisi PMK NO16/PMK.010/2017 Besar santunan korban kecelakaan”

Sasaran aksi demo yang di tujuan adalah:
1. DISHUB PROVINSI JATIM

2. PERTAMINA MOR V JABALINUS

3. KANTOR JASA RAHARJA

4. KANTOR GUBERNUR JAWA TIMUR

“Saat di depan kantor dishub propensi Jawa timur perwakilan dari berbagai aliansi sopir truk masuk ke dalam kantor untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut agar rekan-rekan sopir di berikan kemudahan atas tuntutan yang kami inginkan, sebab kami adalah tulang punggung keluarga sekaligus hidup kami di atas aspal yang panas, jika apa yang kami kerjakan untuk mencari nafkah di persulit oleh kebijakan dan aturan yang membuat kami sengsara maka kami akan lawan dan tuntut atas kebijakan dan aturan yang membuat kami susah” Tegas Angga

“Aksi ini akan berjalan sampai tanggal 02 Oktober 2026 jika tuntutan kami di abaikan atau tidak di setujui oleh pihak pemerintah, dan aksi kami akan mengundang teman-teman sopir jauh lebih besar lagi untuk memacetkan kota Surabaya” Tutupnya

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *