Berita  

Revitalisasi SDN 5 Kembangkuning Capai 65 Persen, RAB Disebut Sesuai Kebutuhan Sekolah


 

 

PURWAKARTA — Harapan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para siswa terus diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 5 Kembangkuning, Desa Kembang kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

 

Memasuki hari ke-30 pengerjaan, progres revitalisasi sekolah tersebut telah mencapai sekitar 65 persen. Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki sarana dan prasarana, tetapi juga memberikan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

 

Ketua P2SP, Rahmat Sungkawa, mengatakan pelaksanaan pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Ia menyampaikan bahwa penyusunan harga satuan bahan dan upah mengacu pada Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) kementerian, yang telah disepakati setelah melalui proses reviu bersama kementerian.

 

Rahmat juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak terlibat dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Menurutnya, RAB disusun berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan dan kesepakatan antara pihak sekolah dengan kementerian.

 

“Tidak ada keterlibatan Disdik dalam penyusunan RAB, karena RAB dibuat sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan sesuai dengan kesepakatan satuan pendidikan dengan kementerian. Teknis tersebut ada di kementerian. Kami dari dinas hanya diinformasikan saja,” ujar Rahmat, Rabu 9 September 2026.

 

Di tengah berlangsungnya pembangunan, Kepala SDN 5 Kembangkuning, Penny Dwiana Sofarilla, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di sekolahnya.

 

Menurut Penny, program revitalisasi menjadi kesempatan penting bagi sekolah untuk mendapatkan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi siswa maupun tenaga pendidik.

 

“Terima kasih kepada pemerintah atas perhatian dan terealisasinya program revitalisasi di SDN 5 Kembangkuning. Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat dan membuat anak-anak semakin nyaman dalam belajar,” ungkap Penny.

 

Bagi warga SDN 5 Kembangkuning, pembangunan tersebut bukan semata soal memperbaiki bangunan. Ada harapan yang lebih besar di baliknya sebuah ruang belajar yang layak untuk menemani anak-anak menuntut ilmu, tumbuh, dan mengejar cita-cita.

 

Karena pada akhirnya, setiap bangunan sekolah yang diperbaiki bukan hanya tentang beton, atap, maupun ruang kelas. Di sanalah mimpi anak-anak tumbuh, dan dari sanalah masa depan mereka dipersiapkan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *