Prediksi Awal Musim Hujan 2025/2026 di Jawa Timur
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memberikan prediksi mengenai awal musim hujan untuk tahun 2025/2026. Berdasarkan data yang dikeluarkan, seluruh kecamatan di Kota Surabaya diprediksi akan mengalami awal musim hujan serentak pada November 2025.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa dari 74 zona musim (ZOM) yang ada di Jawa Timur, Surabaya termasuk dalam 14 ZOM yang memiliki prediksi awal musim hujan mulai November. Menurutnya, awal musim hujan di wilayah Jawa Timur bervariasi, dengan rentang waktu antara September hingga Desember 2025.
“Untuk seluruh kecamatan di Surabaya, yaitu sebanyak 31 kecamatan, diprediksi akan mengalami awal musim hujan pada Dasarian 1 hingga III November,” jelas Anung pada Senin (29/9).
Ia menambahkan bahwa awal musim hujan di Surabaya berada dalam kondisi normal jika dibandingkan dengan rata-rata periode 1991-2020. Namun, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, mayoritas wilayah diprediksi akan mengalami awal musim hujan yang lebih awal atau lebih cepat.
Dari 74 ZOM yang ada di Jawa Timur, sebanyak 70 ZOM diprediksi akan mengalami musim hujan lebih awal pada tahun 2025/2026. Selain itu, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026.
Curah Hujan yang Diperkirakan
Curah hujan pada musim 2025/2026 di Jawa Timur diperkirakan berkisar antara 500 hingga 2.500 mm. Namun, sekitar 65 persen daerah di Jawa Timur berpotensi mengalami curah hujan yang melebihi 1.500 mm. Hal ini memperkuat kebutuhan masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
BMKG juga mengimbau kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi peralihan musim yang bisa menyebabkan cuaca ekstrem. Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Persiapan untuk Sektor Pertanian
Selain itu, pemerintah dan lembaga terkait diminta untuk menyesuaikan program sektor pertanian sesuai dengan datangnya musim hujan. Hal ini dilakukan agar potensi dampak negatif dapat diminimalisir sejak awal.
Anung juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan informasi yang disediakan oleh BMKG. Masyarakat diharapkan lebih siap dan antisipatif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem serta risiko bencana hidrometeorologi.
Kesimpulan
Prediksi awal musim hujan 2025/2026 di Jawa Timur menunjukkan adanya variasi dalam waktu kedatangan musim hujan. Meskipun Surabaya mengalami awal musim hujan secara normal, wilayah lain di Jawa Timur cenderung mengalami musim hujan yang lebih awal. Dengan adanya prediksi curah hujan yang tinggi, diperlukan persiapan yang matang dari berbagai pihak untuk menghadapi potensi bencana dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.








