Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Hiu Paus Kampung Sowa
Pada hari Jumat (14/8), bendera merah putih berkibar di kawasan wisata Hiu Paus Kampung Sowa, Distrik Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Peristiwa ini menjadi momen penting yang menyampaikan pesan tentang kecintaan terhadap tanah air sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan bahari Papua Tengah kepada dunia.
Pengibaran bendera merah putih tersebut diprakarsai oleh Yayasan Somatua dan PT Adventure Cartenz bersama komunitas penyelam Papua Tengah serta masyarakat setempat. Mereka mendapatkan dukungan dari Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Polda Papua Tengah.
Bagi Yayasan Somatua, momentum kemerdekaan ini menjadi kesempatan untuk mendorong pariwisata sebagai kekuatan baru bagi masyarakat Papua Tengah. Terutama dalam membuka ruang ekonomi, pendidikan, dan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.
Pimpinan Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, mengatakan bahwa pihaknya ingin menjadikan Hiu Paus Teluk Cenderawasih sebagai salah satu ikon pariwisata Papua Tengah. “HUT Kemerdekaan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui pariwisata,” ujar Maximus.
Menurutnya, ada tiga hal yang ingin didorong oleh pihaknya melalui pengembangan pariwisata ini:
- Pertama, menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi sekaligus sarana pendidikan masyarakat. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda Papua, khususnya mereka yang tinggal di sekitar kawasan wisata.
“Kami berharap anak-anak muda bisa belajar diving, bahasa Inggris, dan keterampilan lainnya sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dan mendapatkan manfaat dari pariwisata,” kata Maximus.
- Kedua, memperkenalkan destinasi-destinasi unggulan Papua Tengah kepada masyarakat luas. Mulai dari Hiu Paus di Teluk Cenderawasih, Puncak Carstensz, hingga kekayaan budaya Papua.
Promosi yang kuat diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
- Ketiga, pariwisata diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus membuka mata dunia bahwa Papua Tengah memiliki kekayaan alam, dan budaya yang luar biasa serta destinasi wisata yang layak dikunjungi.
“Harapannya Hiu Paus ini terus menggema, menjadi salah satu tujuan wisata dan mampu membuka lapangan kerja bagi anak-anak Papua. Melalui pariwisata juga kita bisa menyampaikan kepada dunia bahwa Papua itu daerah yang aman,” kata Maximus.
Menurutnya, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kawasan konservasi. Hiuh Paus tak boleh hanya dilihat sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem laut Teluk Cenderawasih yang keberadaannya harus dilindungi.
“Tentunya semua ini bisa terwujud apabila pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur, promosi yang kuat, keterlibatan masyarakat serta perlindungan kawasan konservasi. Papua Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Indonesia,” ujar Maximus.












