Peran Pancasila dalam Membangun Kekuatan Nasional
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momen penting untuk memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks dinamika geopolitik yang semakin ketat, Jazuli menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan “Working Pancasila”, yakni Pancasila yang tidak hanya menjadi pedoman moral, tetapi juga menjadi kekuatan nyata yang mampu menggerakkan kemajuan nasional.
“Persaingan dunia saat ini tidak lagi ditentukan oleh kekuatan militer atau ideologi, melainkan oleh kemampuan suatu bangsa menguasai ekonomi, teknologi, informasi, energi, dan inovasi,” ujarnya dalam refleksi Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).
Menurut anggota DPR RI tersebut, dunia internasional kini bergerak dalam logika pragmatis. Negara yang berpengaruh bukan karena pidato atau slogan, tetapi karena kapasitas nyata dalam membangun kekuatan nasional.
Pancasila yang Relevan dengan Tuntutan Zaman
Pancasila harus terus relevan dengan tuntutan zaman melalui penerjemahan nilai-nilainya ke dalam kebijakan, institusi, dan tindakan yang menghasilkan kemajuan bangsa. Konsep Working Pancasila bukanlah upaya mengubah substansi Pancasila, melainkan menegaskan bagaimana setiap sila menjadi energi pembangunan nasional.
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa harus melahirkan tata kelola yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi.
- Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus diwujudkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang baik, serta penguatan riset dan inovasi.
- Sila Persatuan Indonesia harus menjadi kekuatan yang menyinergikan seluruh potensi bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat.
- Demokrasi yang terkandung dalam sila keempat juga harus menghasilkan kebijakan yang rasional, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa.
- Cita-cita Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan ekonomi yang produktif, penguatan industri nasional, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan daya saing masyarakat.
Lima Agenda Strategis Nasional
Dalam rangka mewujudkan Working Pancasila, PB Mathla’ul Anwar mendorong lima agenda strategis nasional:
- Memperkuat kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi yang menghasilkan nilai tambah.
- Mempercepat penguasaan teknologi melalui investasi besar pada pendidikan, penelitian, dan inovasi.
- Memperkuat kedaulatan informasi dan data di era digital.
- Memastikan ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari keamanan dan ketahanan nasional.
- Membangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama Indonesia Emas 2045.
Jazuli menjelaskan bahwa bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan akan menguasai teknologi. Bangsa yang menguasai teknologi akan menguasai ekonomi. Dan bangsa yang menguasai ekonomi akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam percaturan global.
Kesimpulan
Jazuli menegaskan bahwa keberhasilan Pancasila tidak akan diukur dari seberapa sering ia diucapkan dalam pidato atau dicantumkan dalam dokumen resmi, melainkan dari kemampuannya melahirkan negara yang kuat, masyarakat yang sejahtera, ekonomi yang berdaulat, teknologi yang maju, serta generasi yang mampu bersaing di tingkat global.
[KIMAGE-0]
Ketika Pancasila mampu menghasilkan kemajuan yang nyata bagi rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di dunia, maka Pancasila bukan hanya menjadi ideologi yang diyakini benar, tetapi juga ideologi yang terbukti bekerja. Inilah makna Working Pancasila yang perlu kita wujudkan bersama.










