Daerah  

Kemenko PM Beri Penghargaan Kepada 20 SPPG Nasional


Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025: Pengakuan terhadap Kontribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Dalam rangka memberikan apresiasi kepada lembaga-lembaga yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) meluncurkan Penganugerahan SPPG Inspiradaya (Inspirasi dan Berdaya) 2025. Dalam acara ini, sebanyak 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Menurut Abdul Haris, ketua panitia sekaligus Deputi 3 Bidang Koordinasi PM Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PM, penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran SPPG dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana SPPG dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kegiatan ini adalah bagian dari aspirasi bagaimana SPPG bisa memberikan kontribusi pada pemberdayaan masyarakat,” ujarnya di TMII, Jakarta Timur, Selasa (9/12).

Abdul juga menyampaikan data dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menunjukkan bahwa hingga tanggal 8 Desember, terdapat 17.084 SPPG yang telah beroperasi. Angka ini mencerminkan jumlah tenaga kerja yang diberdayakan, yaitu lebih dari 854 ribu orang, hampir mendekati angka 1 juta. Sementara itu, jumlah penerima manfaat dari keberadaan SPPG mencapai sekitar 45,9 juta orang.

Penghargaan ini tidak hanya sekadar seleksi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi SPPG untuk merefleksikan tata kelola mereka, mengukur dampak yang telah dicapai, serta mengembangkan inovasi baru. Dari total 110 SPPG yang diajukan, akhirnya dipilih 20 SPPG yang layak menerima penghargaan.

Peran SPPG dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Penganugerahan ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa SPPG memiliki peran penting sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sebagai instrumen pemberdayaan, SPPG harus terus memperkuat ekosistem yang melibatkan pelaku ekonomi lokal, terutama komunitas dalam memenuhi kebutuhan produksinya,” ujarnya.

Cak Imin juga menyampaikan harapan agar SPPG menjadi akselerator pembangunan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir. Dengan demikian, SPPG tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi, tetapi juga dalam memperkuat sistem pangan nasional.

Daftar SPPG Pemenang Penghargaan

Berikut adalah daftar 20 SPPG yang berhasil meraih penghargaan dalam Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025:

  • SPPG Jayapura Sentani Timur Asei Besar (Papua)
  • SPPG Kepulauan Yapen (Papua)
  • SPPG Kota Ambon Batumerah 3 (Maluku)
  • SPPG Durjela Pulau-Pulau Aru (Maluku)
  • SPPG Kota Palu Tatanga Nunu (Sulawesi Tengah)
  • SPPG Pallangga 2 Tetebatu (Sulawesi Selatan)
  • SPPG Lombok Timur Selong Pancor 2 (NTB)
  • SPPG Lombok Barat (NTB)
  • SPPG Mempawah Timur (Kalimantan Barat)
  • SPPG Sungai Paring (Kalimantan Selatan)
  • SPPG Bandung Rancabali Alamendah (Jawa Barat)
  • SPPG Khusus Kabupaten Bekasi Pebayuran (Jawa Barat)
  • SPPG Kendal Pegandon Wonosari (Jawa Tengah)
  • SPPG Jombang Denanyar (Jawa Timur)
  • SPPG Tridadi 3 Sleman (DIY)
  • SPPG Tanah Baru 002 Bogor Utara (Jawa Barat)
  • SPPG Kota Batam Belian 4 (Kep. Riau)
  • SPPG Tilatang Kamang Koto Tengah (Sumatera Barat)
  • SPPG Mitra Sukses Albarra (Riau)
  • SPPG Kotagajah 2 Lampung Tengah (Lampung)

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa SPPG telah menjadi salah satu elemen penting dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Melalui inovasi dan kolaborasi yang kuat, SPPG akan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *