Kondisi Terkini Armada Global Sumud Flotilla
Hingga hari Kamis siang waktu setempat, hanya tiga kapal dari armada Global Sumud Flotilla yang masih berlayar menuju Gaza. Operasi militer Israel dilaporkan telah menangkap sebagian besar kapal dan menculik ratusan aktivis serta relawan. Kapal-kapal seperti Fair Lady dan Marinette masih dalam komunikasi satu sama lain dan terus bergerak menuju tujuan mereka. Sementara itu, kapal Mikeno diam di dekat pantai dengan komunikasi yang terputus, menunggu konfirmasi dari kru.
Sebagian besar kapal lainnya telah dicegat atau kehilangan kontak selama beberapa jam, sehingga penyelenggara menyebutnya sebagai โdiasumsikan dicegatโ. Hal ini menyisakan hanya sedikit kapal yang masih berusaha mencapai Gaza ketika serangan angkatan laut Israel terhadap kapal tersebut terus berlangsung.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan bahwa tidak ada kapal Global Sumud Flotilla yang berhasil memasuki zona tempur aktif atau melanggar blokade laut yang sah. Menurut pernyataan resmi, semua penumpang selamat dan dalam kondisi sehat. Mereka kemudian akan dideportasi ke Eropa.
Namun, disebutkan bahwa satu kapal tetap berlayar dan jika mendekati upayanya untuk memasuki zona tempur aktif dan melanggar blokade, maka kapal tersebut juga akan dicegah.

Pelacak Global Sumud Flotilla, memantau armada kapal yang masih berlayar ke Gaza pada Kamis (2/10/2025) siang. – (GSF)
Penyelundupan Bantuan oleh Armada Global Sumud Flotilla
Pasukan Israel telah menaiki dan mengambil alih beberapa kapal yang merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla, yang berusaha memecahkan blokade Israel di Gaza. Misi ini menarik perhatian global sebagai salah satu misi bantuan angkatan laut terbesar ke Gaza yang terkepung.
Armada tersebut, yang terdiri dari lebih dari 40 kapal sipil dan sekitar 500 aktivis, dicegat oleh pasukan Israel pada Rabu malam. Para aktivis di dalamnya ditahan dan dibawa ke Israel. Penyelenggara Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa pasukan angkatan laut Israel menaiki kapal tersebut sekitar 70 mil laut (130 km) di lepas pantai Gaza. Pada saat itu, komunikasi dan sinyal terganggu ketika armada tersebut mendekati daerah kantong yang diblokade.
Secara total, setidaknya 22 kapal dari armada tersebut telah dicegat di laut. Saif Abukeshek, juru bicara Global Sumud Flotilla, menyebutkan bahwa lebih dari 201 orang dari 37 negara berada di kapal tersebut. Angka ini termasuk 30 peserta dari Spanyol, 22 dari Italia, 21 dari Turki, dan 12 dari Malaysia. Meski begitu, jumlah yang diculik Israel bisa dipastikan telah bertambah.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa 23 warganya telah ditahan setelah pasukan Israel membajak kapal-kapal dari Armada Ketahanan Global dalam perjalanan ke Gaza. Dalam pesan video yang diposting online, Anwar menyatakan bahwa ia akan mencari dukungan dari para pemimpin Timur Tengah dan sekutu internasional, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, untuk mendorong pembebasan mereka.
Aktivis Global Sumud Flotilla menyanyikan lagu pembangkangan Italia Bella Ciao sebelum ditahan pasukan Israel di perairan Palestina, Rabu (1/10/2025).
