Fenomena Hujan Es dan Angin Kencang Melanda Wilayah Krayan dan Krayan Barat
Pada hari Kamis (16/7/2026), wilayah Krayan dan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dilanda hujan es yang disertai angin kencang. Kejadian cuaca ekstrem ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif Cumulonimbus (Cb) yang sangat pesat.
Penyebab Cuaca Ekstrem
Menurut penjelasan dari Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Hermansyah, kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer. Salah satunya adalah tingginya suhu muka laut di sekitar perairan Kalimantan Utara, yang berada pada kisaran 30 hingga 32 derajat Celsius dengan anomali suhu muka laut sekitar 0,5 hingga +1 derajat Celsius.
Selain itu, terdapat perlambatan angin atau konvergensi di lapisan 925 hPa yang menyebabkan udara berkumpul dan mendukung proses pertumbuhan awan hujan. Gelombang Kelvin juga terindikasi aktif di wilayah tersebut, meskipun fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) tidak memberikan kontribusi signifikan.
Kondisi kelembapan udara di wilayah Krayan pada tanggal tersebut cukup tinggi, yakni mencapai 80 hingga 100 persen pada lapisan 925–700 milibar. Sementara pada lapisan 500 milibar, kelembapan berada pada kisaran 70–80 persen. Kondisi ini memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Pemantauan Cuaca
Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit BMKG, pertumbuhan awan hujan mulai terdeteksi di wilayah Krayan dan Krayan Barat sekitar pukul 16.00 Wita. Awan tersebut berkembang pesat hingga pukul 17.30 WITA dengan suhu puncak awan mencapai minus 62 hingga minus 69 derajat Celsius.
Sementara itu, berdasarkan citra radar cuaca, pembentukan awan hujan mulai terlihat sekitar pukul 16.02 WITA dengan nilai reflektivitas awal 20–35 dBZ yang menunjukkan hujan ringan hingga sedang. Intensitas hujan kemudian meningkat sekitar pukul 16.57 Wita sebelum awan mulai melemah pada pukul 17.34 Wita.
Dampak Cuaca Ekstrem
Akibat kejadian tersebut, sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Long Katung, Kecamatan Krayan. Beberapa atap rumah dan tempat ibadah mengalami kerusakan, satu rumah warga tertimpa pohon tumbang, serta pagar rumah warga dan tiang radio SSB roboh.
Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Yuvai Semaring, hujan lebat terjadi pada periode pukul 16.00 hingga 18.00 Wita dengan curah hujan harian sekitar 72–75 milimeter dan kecepatan angin maksimum mencapai 18 knot.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat Kalimantan Utara untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.
“Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah yang rawan terdampak,” pungkas Muhammad Hermansyah.












