Hotman Paris Kena Kritik Forum Pemred Usai Sebut Wartawan ‘Lu Punya Otak Nggak’


Kritik terhadap Sikap Hotman Paris Hutapea dari Forum Pemred

Ketua Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred), Retno Pinasti, memberikan pernyataan tegas mengenai sikap pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea. Ia menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Hotman saat berada di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (17/7) tidak profesional dan cenderung mengintimidasi jurnalis.

Insiden tersebut terjadi saat Hotman sedang bertindak sebagai kuasa hukum untuk mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, dalam kasus dugaan korupsi. Dalam konferensi pers tersebut, ia dinilai tidak menjawab pertanyaan wartawan dengan sopan dan menggunakan pilihan kata yang tidak etis.

Retno Pinasti menyatakan bahwa pilihan kata dan cara Hotman dalam merespons pertanyaan wartawan sangat tidak profesional. Ia menekankan bahwa kehormatan profesi jurnalis harus dihargai, sebagaimana diatur dalam UU Pers no.40 tahun 1999.

“Jurnalis memiliki hak untuk melakukan konfirmasi dan disiplin verifikasi. Meskipun narasumber berhak menolak menjawab, respons verbal yang kasar sama sekali tidak etis,” ujar Retno.

Ia juga menegaskan bahwa Pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara eksplisit menjamin perlindungan hukum bagi jurnalis dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan verbal saat bertugas.

Kronologi Ketegangan di Gedung Kejagung

Peristiwa ini dimulai ketika tim kuasa hukum Febrie Adriansyah, termasuk Hotman Paris, memberikan keterangan secara bergantian. Mereka menjelaskan poin-poin dalam Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dari Polri, khususnya terkait Pasal 12e dan 12b terkait dugaan pemerasan.

Farizi, anggota tim kuasa hukum lainnya, sempat mempertanyakan unsur pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian dalam kasus korupsi PT Asabri. Hotman kemudian menimpali dengan mengklaim bahwa di persidangan, Tan Kian tidak pernah mengaku diperas oleh Febrie.

Hotman berdalih bahwa aset yang disita tidak berkaitan langsung dengan Tan Kian, melainkan urusan jual beli tanah pribadi dengan terpidana Benny Tjokrosaputro. “Jadi mengenai kerugian Asabri ini tidak ada kaitannya, itu hanya TPPU lanjutannya,” ujarnya.

Detik-Detik Ucapan Kontroversial Keluar

Suasana mendadak berubah ketika seorang jurnalis melemparkan pertanyaan konfirmasi mengenai posisi kliennya. “Apakah Pak Febrie merasa dikriminalisasi di kasusnya ini?” tanya jurnalis tersebut.

Bukannya menjawab secara substansial, Hotman Paris justru merespons dengan kalimat yang dinilai kurang sopan. “Menurut kau gimana? Lu punya otak gak? Lu jawab dulu, menurut kau gimana? Kalau tiba-tiba digeledah rumah lu sampai celana-celana lu misalnya dipamerkan, tanpa diperiksa sebagai saksi apa pun itu namanya? Jawab sendiri, jawab sendiri dulu,” cetus Hotman.

Imbauan Forum Pemred

Melihat respons verbal yang intimidatif tersebut, Forum Pemred mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kemerdekaan pers dengan mengedepankan etika profesi masing-masing dan saling menghormati.

*


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *