Daerah  

Harga Cabai Melonjak di Pangandaran, Cuaca Tak Menentu Picu Kenaikan Harga


Lonjakan Harga Cabai di Kabupaten Pangandaran

Beberapa waktu terakhir, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu komoditas yang paling mencolok adalah cabai, khususnya cabai merah yang harganya melonjak tajam di beberapa pasar tradisional.

Di Pasar Kalipucang, harga cabai merah kini mencapai Rp 50 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp 43 ribu. Sementara di Pasar Pananjung, harga cabai merah juga meningkat dari Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Di Pasar Parigi, kenaikan bahkan lebih besar, yaitu sebesar Rp 10 ribu, dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Tidak hanya cabai merah, jenis cabai lain seperti cabai keriting dan cabai rawit juga mengalami kenaikan. Di Pasar Kalipucang, cabai keriting kini dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilogram, naik dari Rp 40 ribu. Sementara cabai rawit di tempat yang sama mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Di Pasar Pananjung, harga cabai keriting juga naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu, sedangkan cabai rawit hanya naik tipis dari Rp 35 ribu menjadi Rp 36 ribu. Di Pasar Parigi, harga cabai keriting naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu, namun harga cabai rawit masih stabil.

Penyebab Kenaikan Harga Cabai

Menurut Supendi, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian di Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, kenaikan harga ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu cuaca yang tidak menentu dan tingginya permintaan pasar.

“Khusus untuk cabai merah, kemarin banyak yang gagal panen karena cuaca yang tidak menentu,” ujar Supendi dalam wawancara melalui WhatsApp, Jumat (26/5/2025) siang.

Selain itu, berkurangnya pasokan dari para petani juga turut memengaruhi harga. Permintaan terhadap cabai juga sangat tinggi, sehingga memicu lonjakan harga. Menurut Supendi, permintaan terhadap cabai memang lebih besar dibandingkan komoditas lainnya.

Dampak pada Masyarakat

Kenaikan harga cabai ini tentu berdampak langsung pada masyarakat, terutama bagi kalangan yang memiliki penghasilan rendah. Banyak orang yang harus mengatur anggaran belanja mereka agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Beberapa pedagang di pasar tradisional juga mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok cabai yang cukup. Hal ini menyebabkan peningkatan harga yang terus-menerus. Meski demikian, sebagian dari mereka tetap berusaha menjaga kualitas produk yang dijual agar tetap diminati oleh konsumen.

Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Pemerintah setempat telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah melakukan koordinasi dengan petani untuk meningkatkan produksi cabai. Selain itu, pihak dinas juga aktif melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional guna memastikan bahwa harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Supendi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi ini dan memberikan informasi secara berkala kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya upaya-upaya ini, harga cabai dapat kembali stabil dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Lonjakan harga cabai di Kabupaten Pangandaran menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Cuaca yang tidak menentu serta tingginya permintaan pasar menjadi faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga. Meskipun demikian, pihak terkait terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan cabai tetap cukup bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *