Daerah  

Harga bawang merah Takengon stabil di Rp 30.000 per kilogram


Stabilnya Harga Bawang Merah di Aceh Tengah

Harga bawang merah di kawasan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, tercatat stabil selama sebulan terakhir. Pedagang eceran menjual komoditas ini dengan harga Rp 30.000 per kilogram. Kestabilan ini memberikan keuntungan bagi para pedagang maupun konsumen, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang sering terjadi.

Di Jalan HM Hasan Gayo, Takengon, para pedagang memilih menggunakan mobil pikap untuk berjualan. Hal ini memudahkan transaksi dengan masyarakat sekitar. Komoditas yang dijual merupakan varietas bawang merah Birma, yang dikenal memiliki umbi besar dan bentuk bulat. Meski bernama Birma, bawang ini sebenarnya berasal dari Solok, Sumatera Barat, dan kini telah banyak dibudidayakan oleh petani lokal di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Pengaruh Stabilitas Harga pada Omzet Pedagang

Amirudin, salah satu pedagang eceran di daerah tersebut, mengungkapkan bahwa stabilitas harga ini membantu menjaga omzet pedagang. Ia menyebutkan bahwa hampir satu bulan terakhir, harga bawang merah tetap stabil di angka Rp 30.000 per kilogram. Konsumen seperti ibu rumah tangga dan pelaku usaha warung nasi tetap melakukan pembelian secara konsisten.

“Sudah hampir satu bulan harga tidak berubah, dari awal panen sampai hari ini harga masih Rp 30 ribu per kilogram,” ujar Amirudin.

Stabilitas harga di tingkat pedagang eceran juga mencerminkan kondisi di tingkat petani. Afghan Nosarios, warga Nosar, menyebutkan bahwa harga bawang merah di sentra penghasil Aceh Tengah bertahan antara Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.

Perbandingan Harga di Berbagai Pasar

Kondisi harga bawang merah di Aceh Tengah tergolong lebih terjangkau dibandingkan pasar induk tradisional seperti Pasar Paya Ilang. Di sana, harga bawang merah eceran masih berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa harga di Aceh Tengah relatif lebih murah dibandingkan pasar-pasar lain.

Berdasarkan data resmi Pemerintah Aceh melalui situs Harga Pangan per 20 Juli 2026, harga bawang merah untuk tingkat konsumen secara umum mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 285 atau sekitar 0,80 persen. Pada tanggal tersebut, harga rata-rata berada di angka Rp 36.014 per kilogram, naik dari hari sebelumnya yang berada di angka Rp 35.729 per kilogram.

Faktor Penyebab Stabilitas Harga

Beberapa faktor berkontribusi pada stabilitas harga bawang merah di Aceh Tengah. Pertama, produksi lokal yang cukup besar membuat pasokan komoditas ini cukup stabil. Kedua, adanya budidaya bawang merah varietas Birma yang dilakukan oleh petani setempat. Ketiga, penyesuaian harga oleh pedagang eceran yang ingin menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, kebijakan pemerintah daerah yang proaktif dalam memantau harga pangan juga turut berperan dalam menjaga keseimbangan pasar. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh bawang merah dengan harga yang terjangkau dan stabil.

Impak terhadap Masyarakat

Stabilitas harga bawang merah sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Dengan harga yang tetap, mereka dapat merencanakan pengeluaran secara lebih baik. Selain itu, stabilitas harga juga membantu menjaga kestabilan ekonomi lokal.

Dalam konteks yang lebih luas, kestabilan harga bawang merah menjadi indikator kesejahteraan masyarakat. Dengan harga yang terjaga, masyarakat tidak mengalami kesulitan finansial akibat kenaikan harga yang tajam. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus memantau dan menjaga ketersediaan serta harga bawang merah di pasar lokal.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *