Daerah  

Dua Cucu Mahfud MD Keracunan Setelah Makan MBG di Sekolah: Ini Soal Kesehatan dan Nyawa, Bukan Angka


Dua Cucu Mahfud MD Keracunan Akibat Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta

Dua cucu dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjadi korban keracunan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta. Salah satu dari mereka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami gejala muntah-muntah hebat.

Program MBG merupakan inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan ibu hamil. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, MBG menjadi prioritas nasional.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak kasus keracunan akibat MBG terjadi di berbagai daerah. Kasus ini juga menimpa dua cucu keponakan Mahfud MD. Menurut informasi yang diberikan oleh Mahfud, insiden tersebut terjadi saat salah satu cucunya, Iksan, menyantap menu makan siang dari program MBG di sekolahnya.

Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, Iksan dan tujuh teman sekelasnya langsung jatuh sakit. “Cucu saya juga keracunan, iya MBG di Jogja. Anak ponakan saya, namanya Iksan. Satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ujar Mahfud dalam tayangan YouTube Mahfud MD Official, Selasa (30/9/2025).

Sementara itu, kakak dari Iksan, yang berada di kelas yang berbeda, juga mengalami keracunan bersama enam teman sekelasnya. Namun, kondisi sang kakak lebih baik dan bisa pulih lebih cepat. “Kalau kakaknya habis muntah-muntah, dirawat sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah. Tapi yang ini sampai empat hari di rumah sakit,” tambah Mahfud.

Kedua cucu keponakan Mahfud MD bersekolah di lembaga pendidikan yang sama di Yogyakarta. Hingga kemarin, satu di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit karena kondisinya belum stabil. “Bersaudara. Beda kelas di sekolah yang sama. Satu bisa pulang, satunya lagi masih dirawat di rumah sakit sampai kemarin saya masih di Jogja. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa keluar,” ujar Mahfud dengan harapan.

Meski hanya menimpa sebagian kecil siswa, kasus keracunan ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban. Mahfud menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah memastikan kesehatan anak-anak benar-benar pulih agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang. “Ini soal nyawa dan kesehatan, bukan soal angka. Jadi bukan hanya dilihat kecil atau besarnya kasus, tapi harus diteliti lagi apa masalahnya,” tegasnya.

Insiden keracunan MBG yang menimpa dua cucu Mahfud MD menjadi cerminan keresahan banyak orang tua. Mereka berharap program yang sejatinya mulia ini tetap bisa berjalan, namun dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *