Kepadatan Lalu Lintas di Jakarta Pusat Akibat Aksi Unjuk Rasa
Kawasan Jakarta Pusat diproyeksikan mengalami peningkatan kepadatan arus lalu lintas pada Senin (27/7/2026). Hal ini disebabkan oleh rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh dua elemen massa, yaitu aliansi warga lokal dan kelompok mahasiswa. Aksi tersebut akan berlangsung di dua titik strategis wilayah jantung ibu kota.
Penolakan Penggusuran hingga Aksi Mahasiswa
Berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi demonstrasi pertama akan dimulai oleh Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu. Mereka bekerja sama dengan elemen masyarakat lainnya untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana penggusuran di kawasan pemukiman Kwini, Gambir. Massa akan mulai memadati kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya sejak pukul 10.00 WIB.
“Aksi unjuk rasa pertama datang dari Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir, rencana giat pukul 10.00 WIB,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Tidak lama setelah itu, panggung penyampaian pendapat akan bergeser ke Jalan Kebon Sirih. Pada siang hari, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta akan menggeruduk Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) RI sekitar pukul 13.00 WIB.
“Aksi unjuk rasa di titik kedua akan digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Sasaran aksinya bertempat di Kantor BGN RI, Jalan Kebon Sirih,” jelas Erlyn.
Ratusan Personel Disiagakan, Rekayasa Lalu Lintas Siap Diterapkan
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, aparat kepolisian telah menyiagakan ratusan personel pengamanan di titik-titik krusial. Sebanyak 865 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek jajaran diterjunkan langsung ke lapangan, dibantu oleh tim Pelayanan Unjuk Rasa (Yan Unras).
Rangkaian pengamanan diawali dengan apel gelar pasukan sejak pagi hari pukul 08.00 WIB di Pos Polisi Merdeka Barat, dilanjutkan apel kedua di area Kantor BGN RI pada pukul 09.00 WIB.
“Sebanyak 865 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan secara penuh untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa, dibantu oleh tim Yan Unras (Pelayanan Unjuk Rasa) wilayah Jakarta Pusat lainnya,” tutur Erlyn.
Menanggapi potensi kemacetan yang mungkin timbul akibat konsentrasi massa, pihak kepolisian menegaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional menyesuaikan tingkat kepadatan dan kondisi riil di lapangan.
Masyarakat pengguna jalan yang hendak melintas di sekitar kawasan Monas, Patung Kuda, hingga Jalan Kebon Sirih diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari terjebak kemacetan panjang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” tutup Erlyn.












