Daerah  

Dedi Mulyadi Ungkap Rencana Jika SPPG Dibuat di Sekolah




JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan melalui dapur sekolah. Usulan ini dimaksudkan untuk mencegah potensi keracunan massal serta membangun siklus ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.

Menurut Dedi, penyediaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPGG) yang terintegrasi langsung di sekolah akan memastikan keamanan makanan. Selain itu, hal ini juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar menjadi bagian dari mata rantai pasokan bahan pangan.

“Kalau ingin anak-anak sekolah produktif, ya suruh saja sekolah-sekolah tanam sayuran di halaman. Bisa tanam pisang, jagung, kacang panjang. Jadi dapur itu jadi pusat dari pasar,” ujar Dedi saat berbicara di Bandung, dikutip Jumat (3/10).

Dedi menilai bahwa keberadaan dapur sekolah juga akan memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pemasok bahan baku. Dengan demikian, dana program MBG yang mencapai Rp 50 triliun bisa berputar di daerah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kalau dikelola dengan baik, dana Rp 50 triliun itu bakal jadi siklus ekonomi yang luar biasa. Lapangan kerja terbuka, produktivitas pertanian terserap, anak-anak sekolah juga jadi lebih sehat dan produktif,” jelasnya.

Selain itu, Dedi menegaskan pentingnya pengawasan agar dana besar tersebut tidak dikuasai oleh segelintir pemodal. Ia menolak jika program MBG justru dimonopoli oleh kelompok tertentu.

“Mata rantai ekonominya jangan sampai dikuasai oleh orang yang punya modal besar, itu yang tidak kami setujui,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan, Dedi menyebut akan ada nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pangan Nasional (BGN) yang mencakup pembentukan satgas pengawasan.

“BGN sudah koordinasi dengan gubernur. Nanti di MoU itu akan ada Satgas yang melakukan pengawasan supaya tepat sasaran,” terangnya.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa dapur MBG di sekolah bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga sarana edukasi dan transparansi.

“Dengan dapur di sekolah, orang tua juga bisa tahu bahan makanannya dari mana. Ini transparan dan sehat,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *