Daerah  

Bank Global Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$200.000 di Akhir 2025


Proyeksi Harga Bitcoin hingga Akhir 2025

Sejumlah bank investasi global memperkirakan bahwa reli harga Bitcoin (BTC) akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada beberapa faktor, seperti arus dana yang mengalir ke produk exchange-traded fund (ETF) dan pergeseran modal dari pasar emas.

Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar US$122.000, naik lebih dari 13% dalam seminggu terakhir dan mendekati rekor tertingginya di US$124.500. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin kini berada di level US$122.125 atau naik 1,44% dalam 24 jam terakhir.

Citigroup: Target US$133.000

Citigroup memproyeksikan bahwa Bitcoin akan menembus rekor baru di kisaran US$133.000 pada akhir 2025, naik sekitar 8,7% dari level saat ini. Dalam laporan risetnya, bank ini menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut akan dipengaruhi oleh aliran dana yang stabil ke Bitcoin ETF serta meningkatnya porsi Bitcoin dalam alokasi aset digital lembaga keuangan global.

Saat ini, total aset yang dikelola oleh seluruh ETF Bitcoin di AS mencapai lebih dari US$163,5 miliar. Citi memperkirakan tambahan arus dana baru hingga US$7,5 miliar sampai akhir tahun. Namun, dalam skenario pesimistis, harga Bitcoin bisa turun ke US$83.000 jika tekanan resesi dan pelemahan minat risiko kembali meningkat.

JPMorgan: Potensi Naik ke US$165.000

Analisis dari JPMorgan Chase menyebutkan bahwa Bitcoin masih undervalued dibandingkan emas jika disesuaikan dengan volatilitas. Dalam laporan yang dipimpin oleh Direktur Pelaksana Nikolaos Panigirtzoglou, tim JPMorgan menyatakan bahwa rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas kini turun di bawah 2,0, menandakan bahwa risiko Bitcoin sudah relatif seimbang terhadap logam mulia tersebut.

Dengan perbandingan ini, kapitalisasi pasar Bitcoin sekitar US$2,3 triliun perlu naik sekitar 42% untuk menyamai kepemilikan emas pribadi global senilai US$6 triliun. Kenaikan itu berarti harga Bitcoin berpotensi mencapai sekitar US$165.000.

JPMorgan juga mencatat potensi rotasi modal dari emas ke Bitcoin, mengingat harga emas yang sudah naik 48% sepanjang tahun dan berada di level overbought tertinggi sejak 2012. “Jika tren rotasi modal dari emas ke Bitcoin berlanjut, prospek reli akhir tahun semakin kuat,” tulis laporan tersebut.

Standard Chartered: Paling Optimistis, Target US$200.000

Standard Chartered menjadi bank besar yang paling optimistis terhadap proyeksi harga Bitcoin. Bank asal Inggris ini memperkirakan bahwa Bitcoin bisa menembus US$200.000 pada Desember 2025. Menurut analis Standard Chartered, arus masuk ETF yang konsisten, rata-rata US$500 juta per minggu, akan menjadi katalis utama yang mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin mendekati US$4 triliun.

Selain itu, pelemahan dolar AS dan meningkatnya likuiditas global dinilai menciptakan kondisi ideal untuk terulangnya reli parabolis seperti yang terjadi pada periode 2020–2021.

VanEck: Proyeksi US$180.000 Didukung Efek Halving

VanEck, manajer aset ternama, menargetkan harga Bitcoin mencapai US$180.000 pada 2025. Proyeksi ini didasarkan pada pola siklus pasca-halving, di mana pasokan Bitcoin berkurang sementara permintaan ETF meningkat.

VanEck mencatat bahwa harga Bitcoin cenderung mencapai puncaknya antara 365 hingga 550 hari setelah halving. Hingga awal Oktober ini, sudah 533 hari berlalu sejak halving terakhir pada April 2024, menempatkan Bitcoin dalam “zona historis” untuk reli besar.

Saad Ahmed, Head of APAC Gemini, menambahkan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin kemungkinan masih akan berlanjut hingga 2026. “Siklus ini lebih digerakkan oleh emosi investor daripada perhitungan matematis murni,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *