Kesan Positif dari Visitasi Akreditasi Internasional ACQUIN di UIN Walisongo Semarang
Rangkaian visitasi akreditasi internasional yang dilakukan oleh The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) untuk Cluster 2 resmi ditutup dengan sesi feedback meeting yang penuh kesan positif pada Rabu (22/7/2026). Acara ini menjadi momen penting bagi UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat reputasi institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Tim asesor internasional memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai aspek yang ada di kampus. Mulai dari kualitas pembelajaran, keterlibatan mahasiswa, hingga tata kelola akademik yang terstruktur dan profesional. Mereka menyampaikan bahwa UIN Walisongo Semarang telah berada di jalur yang sangat tepat dalam menerapkan standar pendidikan berkelas dunia.
Selama proses peninjauan, para pakar dan asesor dari lembaga akreditasi yang berbasis di Jerman tersebut menilai bahwa proses pengajaran, akurasi kurikulum, serta kepuasan mahasiswa berada pada tingkat yang sangat baik. Hubungan erat antara kampus dengan alumni dan pemangku kepentingan industri juga menjadi poin krusial yang mendapat pujian.
Pujian Khusus untuk Beberapa Program Studi
Prof. Neiser secara khusus menyatakan kekagumannya pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang dinilai sangat terstruktur dan adaptif terhadap tren keilmuan terkini. Sementara itu, Prof. Medias memberikan apresiasi atas pengelolaan Program Studi Seni dan Arsitektur Islam yang berjalan sangat efektif serta mampu menghasilkan capaian luar biasa.
Asesor juga terkesan dengan keramahan keluarga besar UIN Walisongo Semarang, kelengkapan fasilitas kampus, serta kesuksesan program magang internasional seperti yang telah berjalan di Taiwan. Hal ini menunjukkan komitmen kampus dalam memberikan pengalaman pendidikan yang berkualitas dan berorientasi global.
Rekomendasi Konstruktif dari Tim Asesor
Meskipun banyak pujian yang diberikan, tim asesor juga memberikan saran konstruktif untuk pengembangan berkelanjutan. Di antaranya adalah dorongan untuk meningkatkan dokumentasi program, memperbanyak materi/informasi program studi berbahasa Inggris di situs web resmi guna menggaet lebih banyak mahasiswa internasional, serta penguatan SDM taktis jangka pendek.
Suasana rapat penutupan juga diwarnai kehangatan dan keakraban ketika Prof. Aslan melontarkan seloroh santai bahwa hal yang paling ia rindukan setelah peninjauan ini adalah cita rasa kuliner khas, Nasi Goreng. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas keramahan dan keakraban yang terjalin selama proses visitasi.
Respons dari Rektor UIN Walisongo Semarang
Merespons berbagai masukan konstruktif dan pujian dari tim pakar ACQUIN, Rektor UIN Walisongo Semarang menyampaikan rasa bahagia serta terima kasih yang mendalam atas kerja keras seluruh tim universitas dan masukan berharga dari para asesor. Ia menegaskan bahwa semua rekomendasi, saran, dan masukan yang diberikan sangat penting bagi pengembangan institusi.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia mendengar feedback langsung dari para pakar ACQUIN malam ini. Ini adalah komitmen bersama seluruh pimpinan universitas, fakultas, hingga tim program studi untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Rektor.
Beliau juga menambahkan bahwa proses visitasi ini menjadi sarana belajar yang sangat berharga bagi peningkatan mutu institusi. “Kami tidak hanya belajar dari masukan yang diberikan, tetapi juga memahami lebih dalam proses akreditasi internasional itu sendiri. UIN Walisongo Semarang siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi ini agar kualitas pendidikan kita semakin kuat dan diakui di kancah internasional,” pungkasnya.
Sesi penutupan diakhiri dengan tepuk tangan meriah dan foto bersama, menandai optimisme besar UIN Walisongo Semarang dalam meraih rekognisi akreditasi internasional dari ACQUIN.











