Daerah  

Akademisi UBB Berikan Manfaat di Dusun Pangkalraya Bangka Tengah


Pengembangan Padi Gogo dengan Limbah Batubara dan Agen Hayati di Dusun Pangkalraya

Di tengah tantangan yang dihadapi oleh petani padi gogo, masyarakat Dusun Pangkalraya, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, kini mendapatkan bantuan dari akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB). Proses pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) UBB. Inisiatif ini dipimpin oleh Dr Kartika dan bertujuan untuk membagikan hasil penelitian dosen UBB terkait pengembangan komoditas padi gogo.

Dekan FPPK UBB, Riwan Kusmiadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan karena Dusun Pangkalraya masih mempertahankan tradisi budi daya padi ladang atau yang dikenal dengan padi hume. Tradisi ini umumnya dilakukan menjelang musim hujan, karena petani mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama pengairan. Namun, kondisi tanah masam dan serangan penyakit sering kali mengurangi produktivitas tanaman.

“Kedatangan kami adalah untuk menyampaikan hasil penelitian kami, yang mudah-mudahan bisa berguna dengan baik di Dusun Pangkalraya,” ujar Riwan Kusmiadi dalam rilisnya.

Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Petani

Kepala Dinas Pertanian Bangka Tengah, Dian Akbarini, hadir dalam acara tersebut dan berharap agar kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini terus berlanjut. Ia berharap petani di Dusun Pangkalraya bisa menjadi binaan dari dosen-dosen Agroteknologi UBB.

Pada pelaksanaannya, kegiatan itu diisi dengan pemaparan materi oleh dosen Agroteknologi mengenai pemanfaatan FABA yang dikombinasikan dengan agen hayati. Kombinasi ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit serta memperbaiki kualitas tanah.

Setelah sesi materi, peserta diajak langsung mempraktikkan perbanyakan agen hayati yang dicampur dengan FABA. Hasil campuran ini kemudian diaplikasikan pada lahan pertanian yang telah ditanami padi gogo berusia sekitar tujuh hari. Petani juga dilatih bagaimana cara menerapkannya secara berkelanjutan di musim tanam berikutnya.

Dukungan dari Penyuluh dan Koordinator BPP

Penyuluh pertanian setempat, Paizal, juga menyatakan dukungannya agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam bentuk inovasi lainnya. “Semoga komunikasi tetap terjaga dengan baik, sehingga inovasi-inovasi lainnya bisa kami adopsi langsung di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator BPP Sungaiselan, Ali Murtadlo, menyampaikan rasa syukur atas adanya kegiatan pengabdian tersebut. Ia menilai bahwa inovasi yang diperkenalkan sangat relevan.

“Semoga dengan inovasi ini kami semakin terampil dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Teknologi yang Mengubah Perspektif Petani

Dengan pendekatan inovatif menggunakan limbah batubara dan agen hayati, para petani di Dusun Pangkalraya kini memiliki harapan baru dalam meningkatkan hasil panen mereka. Teknik ini tidak hanya membantu mengatasi masalah tanah masam dan penyakit tanaman, tetapi juga memberikan solusi ramah lingkungan yang bisa diterapkan secara berkelanjutan.

Pemanfaatan FABA dan agen hayati merupakan langkah penting dalam upaya mengoptimalkan produksi padi gogo tanpa mengorbankan kualitas tanah. Hal ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan praktik pertanian yang selama ini dilakukan oleh masyarakat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *