Daerah  

Doa Bersama Lintas Agama di Badung Bali untuk NKRI dan Korban Bencana 2026


Doa Bersama Lintas Agama di Bali untuk Meneguhkan Kepedulian dan Keutuhan NKRI

Dalam rangka menyambut tahun 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Kemasyarakatan Setya Kita Pancasila (SKP) menggelar Malam Doa Bersama lintas agama di Kabupaten Badung, Bali. Acara yang digelar pada akhir tahun 2025 ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta para pengurus SKP. Tujuan dari acara ini adalah untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi bangsa Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

Sekretaris Jenderal DPP SKP, Meyske Yunita, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan salah satu bentuk upaya spiritual dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan bangsa. Ia juga menyampaikan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar negeri ini dapat terbebas dari korupsi dan nepotisme yang selama ini merusak nilai keadilan.

“Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar negeri ini dibebaskan dari belenggu koruptor yang mencederai nilai keadilan Pancasila,” ujar Meyske Yunita dalam pernyataannya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya solidaritas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam acara tersebut, para peserta juga turut mendoakan para korban bencana alam yang terjadi di Sumatera, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga negara.

Dukungan Penuh untuk Presiden Prabowo Subianto

Ketua Umum SKP, Andreas Sumual, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi ini berkomitmen penuh dalam menjaga keutuhan NKRI. Ia juga menyampaikan doa khusus agar presiden senantiasa diberi kesehatan dan kemampuan dalam memimpin bangsa dengan baik.

“Sebagai organisasi yang berlandaskan Pancasila, kami akan terus mendukung langkah-langkah yang bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Andreas Sumual.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam menjaga nilai-nilai luhur Pancasila. Dengan adanya doa bersama ini, ia berharap semangat kebangsaan dapat terus hidup dan berkembang di tengah tantangan yang ada.

Penghargaan Kehormatan untuk Pemimpin SKP

Dalam acara tersebut, Ketua Manggala Taksu Agung, Jro Gde Widiarta, memberikan penghargaan kehormatan kepada dua pemimpin SKP, yaitu Andreas Sumual dan Meyske Yunita. Mereka dianugerahi gelar Anggota Kehormatan Manggala Taksu Agung dan Warga Adat Bali.

Gelar ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh kedua pemimpin SKP dalam menjaga keharmonisan dan keberlanjutan nilai-nilai lokal Bali. Penyematan nama kehormatan dilakukan dengan cara yang sakral, yaitu dengan menambahkan gelar “Gusti Ngurah” untuk Andreas Sumual dan “Gusti Ida Ayu” untuk Meyske Yunita.

Andreas Sumual menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai bahwa gelar ini tidak hanya menjadi penghargaan pribadi, tetapi juga mencerminkan hubungan emosional dan spiritual antara SKP dengan kearifan lokal Bali.

“Kami merasa sangat terhormat atas gelar yang diberikan. Ini menandakan kedekatan emosional dan spiritual antara perjuangan SKP dengan kearifan lokal Bali,” ujar Andreas Sumual.

Sinergi Spiritual dan Kebangsaan

Acara doa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar pemimpin dan anggota SKP, tetapi juga menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara nilai-nilai spiritual dan kebangsaan. Dengan adanya kerja sama lintas agama, diharapkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus dipertahankan dan diperkuat.

Dengan demikian, acara ini menjadi bukti bahwa organisasi seperti SKP tidak hanya fokus pada isu-isu politik, tetapi juga aktif dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Melalui doa dan perayaan, diharapkan semangat kebersamaan dan kebhinekaan dapat terus hidup dalam masyarakat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *