Khabib Nurmagomedov Mengkritik UFC yang Tidak Adil terhadap Petarung Potensial
Khabib Nurmagomedov, mantan juara kelas ringan UFC, mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara UFC menangani petarung-petarung potensial. Ia menilai bahwa olahraga ini kini semakin diwarnai oleh faktor-faktor di luar kemampuan atlet, termasuk politik dan hiburan.
Sebagai legenda dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA), Khabib memiliki perjalanan karier yang sangat sukses. Selain itu, ia juga menjadi mentor bagi rekan-rekan satu timnya, seperti Islam Makhachev yang kini menjadi juara kelas welter dan Umar Nurmagomedov yang berusaha memperkuat posisi di kelas bantam. Namun, kini ia merasa perlu menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana UFC menangani para atlet muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Khabib saat berbicara dalam acara World Sports Summit di Dubai pada 19-30 Desember 2025. Ia menyebutkan bahwa banyak petarung muda yang datang dengan potensi besar, tetapi tidak selalu mendapatkan kesempatan yang layak untuk bertarung demi gelar juara.
“Di sasana saya, ada sekitar 500 petarung amatir, dan mereka semua ingin seperti Khabib,” ujarnya. “Mereka semua ingin menjadi juara, ingin menguasai dunia, dan mereka semua hebat.”
Menurut Khabib, masalah utama adalah ketidakadilan dalam pengambilan keputusan oleh promotor UFC. Ia menilai bahwa beberapa dari mereka lebih memilih mengikuti arus politik daripada memberi peluang kepada petarung berbakat.
“Sangat sulit, atau bahkan lebih baik tidak mengontrak mereka,” katanya. “Saat ini, saya melihat beberapa promotor yang mengikuti politik dan tidak mengontrak mereka karena lelah.”
Ia juga menyoroti bahwa keluarga Nurmagomedov, termasuk dirinya sendiri, langsung pindah ke UFC dan mengambil alih posisi mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat adanya perubahan dalam kebijakan promotor, yang menurutnya tidak sepenuhnya positif.
Masalah Kontrak dan Pemecatan Petarung
Beberapa waktu terakhir, UFC membuat keputusan yang menimbulkan pertanyaan. Salah satunya adalah tidak memperpanjang kontrak Rinat Fakhretdinov, yang sebelumnya mencatat rekor tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan. Bahkan, ia baru saja meraih kemenangan KO dalam waktu hanya 54 detik bulan September lalu.
Khabib menyadari bahwa ia tidak bisa mengubah situasi ini sendirian. Namun, ia berharap pernyataannya ini bisa membuka dialog dan mengubah persepsi terhadap penanganan petarung di dalam organisasi tersebut.
Ia menuntut agar UFC lebih adil terhadap para atlet. “Ini adalah olahraga. Harus adil,” tegasnya. “Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat begitu banyak petarung yang dipecat, bahkan tanpa kekalahan di UFC.”
Menurutnya, banyak petarung diberhentikan hanya karena kontrak habis, bukan karena kekalahan. “Mereka tidak diberi kesempatan untuk terus berjuang,” tambahnya.
Masa Depan UFC dan Petarung Muda
Khabib menegaskan bahwa ia tidak ingin mengganggu jalannya bisnis UFC, tetapi ia berharap organisasi tersebut dapat lebih transparan dan adil dalam mengelola talenta-talenta muda. Ia percaya bahwa dengan sistem yang lebih jujur, olahraga ini akan terus berkembang dan memberi peluang kepada siapa pun yang memiliki bakat.
“Jujur saja, seseorang harus membicarakan hal ini, dan menurutku ini tidak adil. Inilah yang tidak kusukai,” pungkasnya.
