Daerah  

Alasan PPP Pilih Aceh untuk Perayaan Nasional ke-53


Perayaan Harlah PPP di Aceh, Fokus pada Pemulihan Pasca-Bencana

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-53 yang jatuh pada 5 Januari 2026 dengan menggelar perayaan di Provinsi Aceh. Keputusan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan pasca-bencana banjir yang baru saja melanda daerah tersebut.

Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, menjelaskan bahwa penentuan lokasi perayaan Harlah di Aceh bertujuan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia menyatakan bahwa partai akan menginstruksikan seluruh kader untuk turun langsung ke lapangan guna membantu pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dalam Harlah kali ini, kami menekankan pentingnya aksi kemanusiaan. Kami telah menyiapkan sekitar 200 kader khusus yang akan turut serta dalam upaya pemulihan bencana,” ujar Mardiono saat berbicara dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu 4 Januari 2025.

Perayaan Harlah tahun ini, menurut Mardiono, tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi momen untuk memberikan bantuan logistik secara masif ke wilayah-wilayah yang terdampak. Titik-titik bantuan akan diberikan di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Selain itu, PPP juga akan fokus pada upaya memperkuat ketahanan pangan dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana. Salah satu langkah yang akan diambil adalah pelibatan sektor transportasi logistik untuk memobilisasi pembangunan jembatan darurat.

Mardiono, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, menjelaskan bahwa program seperti Koperasi Merah Putih harus tetap berjalan guna menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Seluruh sumber daya partai dan pemerintah saat ini dikonsentrasikan untuk memberikan pendampingan kepada daerah terdampak tanpa mencari popularitas di atas penderitaan rakyat.

“Sesuai dengan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet, janganlah bencana ini dijadikan wisata,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa semua kegiatan kemanusiaan yang digelar harus dilakukan secara rendah hati. Tidak ada ekspos berlebihan atau berswafoto di lokasi bencana. Yang terpenting adalah makna kehadiran partai di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

Mardiono menegaskan bahwa keberhasilan politik tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Ia menekankan bahwa hasil dari politik adalah hasil dari perjuangan yang panjang dan kesungguhan dalam melayani masyarakat. Dengan demikian, partai harus tetap fokus pada tugas utamanya yaitu memberikan layanan terbaik bagi rakyat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *