Perayaan Hakordia 2025 di Pandeglang: Lomba Cerdas Cermat untuk Pendidikan Anti-Korupsi
Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2025, Kejaksaan Negeri Pandeglang menyelenggarakan lomba cerdas cermat tingkat SMA se-Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan anti-korupsi kepada para pelajar sejak dini.
Juara dalam Lomba Cerdas Cermat
Grand final lomba cerdas cermat ini berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Dari peserta yang ikut serta, SMAN 1 Pandeglang berhasil meraih juara pertama, disusul oleh SMA CMBBS sebagai juara kedua dan SMAN 14 Pandeglang sebagai juara ketiga. Setiap sekolah menunjukkan kesiapan mereka dengan persiapan yang matang dan pengetahuan yang luas tentang isu korupsi.
Kasi Intelijen pada Kejaksaan Negeri Pandeglang, Wildani Hapit menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun karakter jujur dan berintegritas di kalangan pelajar. Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan sikap kritis dan keberanian untuk melawan korupsi.
“Tujuannya kita melaksanakan kegiatan ini untuk membangun karakter jujur dan berintegritas sejak dini terhadap para pelajar, serta untuk menumbuhkan sikap kritis dan keberanian untuk melawan korupsi,” ujar Wildani saat ditemui usai grand final lomba cerdas cermat di Aula Kejaksaan Negeri Pandeglang.
Pelaksanaan Kegiatan
Lomba cerdas cermat ini berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 9 hingga hari ini. Sebanyak 19 sekolah dari Kabupaten Pandeglang turut serta dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, hanya tiga sekolah yang masuk ke babak grand final, yaitu SMAN 1 Pandeglang, SMA CMBBS, dan SMAN 14 Pandeglang.
Pada babak grand final, peserta memperebutkan poin dari 15 soal wajib dan 5 soal rebutan yang telah disiapkan oleh panitia. Hasil akhir menunjukkan bahwa SMAN 1 Pandeglang mendapatkan poin tertinggi sebesar 160, diikuti oleh SMA CMBBS dengan poin 60, dan SMAN 14 Pandeglang dengan poin 30.
Tanggapan dari Sekolah Peserta
Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pandeglang, Junaedi, menyampaikan rasa senang dan bangga atas pencapaian siswanya. Ia mengatakan bahwa proses persiapan yang dilalui oleh siswa sangat berarti dalam mencapai prestasi ini.
“Tentunya kami sangat senang dan bangga kepada anak-anak didik kami yang telah meraih juara 1. Dibalik capaian ini, ada proses yang dilalui oleh anak-anak kami mulai dari mengikuti seleksi, mempelajari kisi-kisi atau bahan-bahan yang akan dilombakan hingga pada akhirnya menang sebagai juara 1,” kata Junaedi.
Ia juga berharap agar kegiatan lomba cerdas cermat ini dapat diadakan secara rutin setiap tahunnya. Dengan demikian, para pelajar dapat terus dilatih mental dan menambah wawasan mereka.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa diadakan secara rutin, dan melibatkan siswa yang lebih banyak,” harap Junaedi.
