Perang Rusia-Ukraina Memasuki Hari ke-1.319 dengan Berbagai Peristiwa Kekerasan dan Isu Kemanusiaan
Perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki hari ke-1.319 pada Sabtu (4/10/2025). Konflik ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar dari ketegangan yang terjadi sejak Uni Soviet bubar pada 1991. Sejak merdeka, Ukraina dan Rusia sering terlibat dalam tarik-menarik pengaruh yang menciptakan kecurigaan di kedua belah pihak.
Pada tahun 2014, situasi memburuk setelah Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv. Selang beberapa waktu, Moskow mencaplok Krimea dan memberikan dukungan kepada kelompok separatis di wilayah Donbas. Puncak eskalasi terjadi pada Februari 2022, saat Rusia melancarkan invasi penuh, yang membuat konflik regional menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Perang ini bukan hanya tentang perebutan wilayah, tetapi juga benturan narasi, legitimasi politik, serta pertarungan arah masa depan tatanan global. Beberapa peristiwa terbaru menunjukkan bahwa konflik ini masih sangat intens dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Beberapa Peristiwa Penting di Hari ke-1.319
IAEA Bahas Pemulihan Listrik untuk PLTN Zaporizhzhia
Kepala pengawas nuklir PBB menyampaikan bahwa ia sedang membahas proposal dengan Rusia dan Ukraina untuk memulihkan daya eksternal ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Fasilitas tersebut berada di bawah kendali Rusia sejak lama. Daya eksternal ke PLTN terputus sejak 23 September, sehingga pendinginan reaktor bergantung pada generator darurat. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menegaskan bahwa kedua pihak bersedia melakukan perbaikan di sisi garis depan masing-masing, tetapi situasi keamanan harus diperbaiki agar teknisi bisa bekerja tanpa risiko nyawa.
Jurnalis Foto Prancis Tewas Akibat Serangan Drone Rusia
Seorang jurnalis foto Prancis, Antoni Lallican, tewas akibat serangan drone Rusia di Ukraina timur pada Jumat (3/10/2025). Fotografer berusia 37 tahun itu merupakan bagian dari Brigade Lapis Baja Keempat Ukraina di dekat garis depan wilayah Donbas. Pihak berwenang Ukraina menyatakan bahwa Lallican tewas saat meliput bersama pasukan tersebut. Dalam serangan yang sama, jurnalis Ukraina Georgiy Ivanchenko juga terluka. Brigade Lapis Baja Keempat menegaskan bahwa kedua jurnalis memakai rompi antipeluru bertanda jelas “PRESS”.
Persatuan Jurnalis Ukraina: Rusia Sengaja Targetkan Reporter
Ketua Persatuan Jurnalis Ukraina, Serhiy Tomilenko, menyebut wilayah Druzhkivka sebagai salah satu sektor paling aktif di garis depan. Ia menuduh Rusia sengaja memburu jurnalis yang berupaya mendokumentasikan kejahatan perang. Menurutnya, setiap perjalanan ke garis depan merupakan risiko mematikan bagi pewarta. “Lallican berulang kali mengambil risiko itu, datang ke Ukraina dan mendokumentasikan apa yang banyak orang tak ingin lihat,” kata Tomilenko.
Macron hingga Federasi Jurnalis Kecam Kematian Lallican
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan duka atas kematian Antoni Lallican. Ia menyebut Lallican sebagai korban serangan drone Rusia dalam pernyataannya di platform X. Federasi Jurnalis Eropa dan Internasional mengutuk insiden itu, menilainya sebagai kejahatan perang. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menuding Rusia terus menargetkan jurnalis secara sengaja. Ia menyebut tindakan itu sebagai “kejahatan keji” dan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Rusia Gempur Fasilitas Gas Ukraina
Rusia melancarkan serangan besar terhadap jaringan gas Ukraina, kata operator gas negara Naftogaz. Ketua Naftogaz, Sergiy Koretsky, menyebut serangan itu merusak sebagian besar fasilitas, termasuk beberapa yang rusak parah. Sekitar 35 rudal dan 60 drone ditembakkan ke fasilitas di wilayah Kharkiv dan Poltava. Naftogaz menuturkan sebagian berhasil ditembak jatuh, tetapi tidak semuanya. Kementerian Energi Ukraina melaporkan bahwa serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
13.000 Babi Mati Akibat Serangan Drone Rusia di Ukraina
Sekitar 13.000 babi mati setelah serangan drone Rusia memicu kebakaran di sebuah peternakan di timur laut Ukraina pada Jumat (3/10/2025) malam. Layanan darurat negara melaporkan bahwa seorang pekerja peternakan juga terluka dalam insiden tersebut. Foto yang dirilis memperlihatkan bangkai babi menumpuk di kandang yang hangus terbakar. Delapan kandang dengan luas total lebih dari 13.000 meter persegi dilaporkan hancur. Layanan darurat menyebut seluruh kandang babi itu terbakar habis.
Ukraina Putus Hubungan Diplomatik dengan Nikaragua
Ukraina resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Nikaragua. Keputusan itu diambil setelah Nikaragua mengakui wilayah Ukraina yang diduduki Rusia sebagai bagian dari Rusia. Kementerian Luar Negeri Kyiv menyatakan langkah Nikaragua dianggap sebagai upaya merongrong kedaulatan Ukraina. Nikaragua merupakan satu dari lima negara yang menolak resolusi PBB mengecam invasi Rusia pada 2022. Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, bahkan sempat memuji invasi Rusia sebagai “pertempuran heroik” melawan neo-nazisme Ukraina yang didukung NATO. Kementerian Luar Negeri Ukraina menambahkan bahwa kedua negara tidak memiliki hubungan dagang signifikan maupun kedutaan besar.
