Penjelasan Partai Gerindra Jawa Tengah Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah di Jawa Tengah kini menjadi perhatian utama setelah muncul kritik bahwa program ini tidak tepat sasaran. Beberapa menganggap bahwa MBG turut menyasar siswa dari sekolah unggulan atau keluarga mampu. Namun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah memberikan penjelasan tegas terkait hal tersebut.
Tujuan Utama Program MBG
Menurut Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono, tujuan utama dari program ini adalah memastikan semua anak sekolah mendapatkan hak gizi yang sama, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya. Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar untuk membuat anak kenyang atau enak, tetapi lebih pada pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang.
“Tujuannya bukan sekadar kenyang atau enak, tapi gizi. Semua anak harus dapat hak yang sama,” ujarnya usai rapat konsolidasi di Semarang, Sabtu (4/10/2025).
Sudaryono juga menjelaskan bahwa pemerintah telah melibatkan berbagai lembaga, seperti Kementerian Kesehatan dan BPOM, untuk memastikan standar gizi dan keamanan pangan dalam program ini. Hal ini bertujuan agar setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bernutrisi.
Hak Gizi Bisa Ditolak
Meskipun program ini bersifat universal, Sudaryono memahami jika ada pihak yang merasa tidak memerlukan bantuan tersebut. Ia mempersilakan wali murid atau sekolah yang mampu untuk menolak program MBG.
Hak tersebut nantinya bisa dialihkan kepada siswa lain yang dinilai lebih membutuhkan. “Kalau ada wali murid atau sekolah yang menolak, tidak masalah. Hak itu bisa dialihkan ke siswa lain yang lebih membutuhkan,” jelasnya.
Pengawasan Di Lapangan Harus Tetap Ketat
Sudaryono menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan program ini. Ia menyoroti adanya sekitar seribu kasus dugaan keracunan di Jawa Tengah sebagai bukti bahwa pelaksanaan program harus dikawal secara serius, mulai dari hulu hingga hilir.
“Target kita zero defect, zero incident. Dapur-dapur sekolah harus dikawal, koordinasi harus berjalan dengan baik. Kita tidak mau ada kasus keracunan makanan terulang,” tegasnya.
Konsolidasi yang dihadiri oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ini juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh program pusat, seperti Sekolah Rakyat hingga ketahanan pangan, berjalan tanpa masalah.
Keterlibatan Berbagai Pihak
Selain itu, Sudaryono menyampaikan bahwa partai Gerindra akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai institusi yang terlibat.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anak sekolah di Jawa Tengah. Meski masih ada kritik, Partai Gerindra Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memastikan pelaksanaan program ini berjalan dengan baik. Dengan pengawasan yang ketat dan kolaborasi yang baik, diharapkan program ini dapat mencapai tujuannya yaitu memastikan setiap anak memiliki akses yang sama terhadap gizi yang seimbang.
