Polinema Diharapkan Jadi Kampus Vokasi Berdampak untuk Ekonomi Nasional
Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisantek) memberikan perhatian khusus terhadap Politeknik Negeri Malang (Polinema). Mereka mendorong kampus ini menjadi salah satu perguruan tinggi vokasi yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini disampaikan oleh Kuasa Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie PhD, saat hadir dalam pemilihan Direktur Polinema periode 2025-2029.
Prof Tjitjik menyoroti tantangan yang semakin kompleks dalam dunia pendidikan tinggi. Salah satu isu utama adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia vokasi yang unggul dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi serta kebutuhan industri. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat serta kolaborasi dari seluruh elemen kampus menjadi kunci keberhasilan Polinema di masa depan.
“Tanpa leadership yang kuat dan kolaborasi yang solid, kemajuan akan terhambat,” ujarnya. Ia juga berharap kepada direktur terpilih agar menjadi semangat baru dan membangun kolaborasi yang lebih aktif, tidak hanya dengan internal kampus tetapi juga dengan dunia industri.
Dalam pemilihan Direktur Polinema, Ir Supriyatna Adisuwignjo ST MT terpilih sebagai Direktur untuk periode 2025-2029. Ia berhasil meraih 48 suara, jauh mengungguli dua calon lainnya, yakni Ir Pipit Wahyu Nugroho yang meraih 1 suara, serta Mohammad Zenuruanto dengan 13 suara. Total suara yang diberikan sebanyak 62, terdiri dari 40 suara anggota Senat dan 22 suara perwakilan dari Kemendiktisantek.
“Kami mengucapkan selamat atas seluruh proses pemilihan direktur di Polinema yang berjalan baik dan transparan. Kami juga menyampaikan selamat kepada Bapak Ir. Supriyatna, selaku direktur terpilih. Semoga kepemimpinan beliau membawa kemajuan lebih baik bagi Polinema,” ucap Prof Tjitjik.
Selain itu, ia juga menyampaikan pesan khusus dari Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi agar seluruh elemen Polinema tetap menjaga semangat kebersamaan, termasuk para calon direktur yang belum terpilih. “Semua pihak diharapkan terus berkolaborasi demi kemajuan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan vokasi yang menjadi jantung perekonomian nasional,” ujarnya.
Menurut Prof Tjitjik, politeknik memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis keterampilan. Lulusan vokasi yang kompeten dan siap kerja diharapkan mampu mendukung transformasi ekonomi daerah maupun nasional.
“Politeknik harus fokus pada penguatan keterampilan yang langsung terhilirkan ke dunia kerja. Dengan begitu, keberadaannya benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing,” tandasnya.
Peran Polinema dalam Pendidikan Vokasi
Polinema diharapkan menjadi contoh dalam pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri. Kampus ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh Polinema antara lain:
- Mengembangkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri
- Memperkuat kerja sama dengan perusahaan dan instansi terkait
- Menyediakan fasilitas dan laboratorium yang memadai untuk pembelajaran praktis
Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi yang baik, Polinema diharapkan mampu menjadi salah satu kampus vokasi terdepan di Indonesia.
