Daerah  

Menteri Tenaga Kerja Tekankan SDM Unggul dan Hubungan Industrial Harmonis untuk Kemandirian Ekonomi


Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui SDM yang Kompetitif dan Hubungan Industrial yang Harmonis

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa kemandirian ekonomi nasional hanya dapat tercapai jika didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif serta hubungan industrial yang harmonis. Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mandiri dalam produksi industri, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada impor.

“Jika orang Indonesia mampu membuat baju, sepatu, hingga komponen otomotif, maka kita tidak perlu lagi mengimpor produk dari luar negeri. Inilah esensi substitusi impor yang harus kita dorong,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema “Industri Manufaktur Indonesia Terkini: Menavigasi Tantangan Berdasarkan Indeks PMI” yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/10/2025).

Yassierli menegaskan bahwa pembangunan industri tidak boleh hanya berorientasi ekspor, tetapi juga harus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Tanpa hal ini, pertumbuhan industri hanya akan melahirkan pola ketergantungan baru yang tidak memberi manfaat langsung bagi rakyat.

Tantangan Ketenagakerjaan dan Solusi yang Diperlukan

Ia melihat tantangan ketenagakerjaan saat ini masih didominasi oleh tenaga kerja yang berpendidikan SMA/SMK, sementara kebutuhan industri semakin menuntut keterampilan berbasis teknologi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pemagangan, dan teaching factory agar SDM Indonesia lebih adaptif dan berdaya saing.

Selain itu, Yassierli sangat mengapresiasi dialog antara serikat pekerja dan pengusaha yang tidak hanya membicarakan soal upah, tetapi juga masa depan industri dan pekerja.

“Kunci menghadapi tantangan global adalah kolaborasi. Serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus bahu-membahu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adil dan produktif,” ucapnya.

Peran Serikat Pekerja dan Pengusaha dalam Pembangunan Industri

Sementara itu, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat menilai bahwa pembangunan industri harus dibarengi dengan peningkatan daya beli masyarakat. Tanpa daya beli, produk dalam negeri akan sulit terserap pasar. Ia juga menekankan pentingnya mendorong pengolahan sumber daya alam agar memberi nilai tambah, bukan sekadar mengekspor bahan mentah.

Jumhur menambahkan bahwa anggaran pelatihan tenaga kerja di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga. “Jika kita menambah anggaran pelatihan secara signifikan, industri akan semakin kuat dan tenaga kerja kita semakin terampil,” katanya.

Menurutnya, kemandirian ekonomi hanya bisa terwujud apabila industri nasional, sektor pendidikan, dan pelatihan tenaga kerja bergerak seiring.

“Apabila semua sektor berjalan bersama, saya yakin Indonesia akan bangkit sebagai negara industri yang mandiri dan kuat,” ucapnya.

Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Kompetensi SDM

Untuk meningkatkan kompetensi SDM, beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah, antara lain:

  • Pelatihan berkala yang disesuaikan dengan kebutuhan industri
  • Program pemagangan yang melibatkan sektor swasta
  • Pengembangan teaching factory sebagai pusat pelatihan berbasis teknologi

Dengan program-program ini, diharapkan SDM Indonesia mampu menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks dan dinamis.

Pentingnya Kolaborasi Antar Stakeholder

Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan tercipta solusi yang efektif untuk menghadapi tantangan global.

Kesimpulan

Kemandirian ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas SDM yang kompetitif dan hubungan industrial yang harmonis. Dengan kolaborasi antara berbagai pihak, Indonesia dapat membangun sistem ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan, sehingga mampu bersaing di pasar global.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *