Daerah  

MRT Jakarta Menuju Serpong, Siapa Tanggung Biaya Subsidi?


Proyek MRT Lebak Bulus Diperpanjang ke Serpong, Tangerang Selatan

Pemerintah kembali menggagas proyek transportasi lintas daerah. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah perpanjangan Jalur MRT Lebak Bulus hingga ke Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, masih ada beberapa pertanyaan muncul terkait tanggung jawab dan kesiapan layanan transportasi MRT di kawasan tersebut.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil studi kelayakan atau Feasibility Study yang dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai, Tbk. Studi kelayakan ini akan mencakup berbagai aspek penting seperti identifikasi trase, permintaan (demand), biaya investasi, biaya operasional, kelayakan ekonomi dan bisnis, serta aspek kelembagaan dan regulasi.

Benyamin menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan mengenai pembebasan lahan maupun tanggung jawab subsidi transportasi. Pihaknya tetap menunggu hasil kajian yang sedang dalam proses penyusunan.

“Belum sampai ke pembebasan lahan, rute, dan seterusnya. Kami menunggu hasil studi kelayakan terlebih dahulu,” ujarnya.

Tangsel Memperkuat Jaringan Transportasi Penunjang

Sambil menunggu realisasi proyek MRT Jakarta – Serpong, Pemkot Tangsel tengah memperkuat jaringan transportasi penunjang. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebutkan bahwa pihaknya sedang memperluas layanan transportasi penghubung atau feeder.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengembangkan Bus Rapid Transit (BRT) terbaru sesuai dengan Rencana Umum Jaringan Transportasi 2025. Pemkot juga telah mengoperasikan 10 unit bus sekolah gratis yang setiap hari diminati para pelajar.

“Selain MRT, Pemkot Tangsel saat ini sedang mendorong ketersediaan mobil transportasi umum feeder dan BRT terbaru sesuai dengan Rencana Umum Jaringan transportasi Tangsel terbaru tahun 2025. Kami sedang melakukan pendekatan kepada beberapa penyedia angkutan,” jelas Pilar.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem transportasi yang saling terhubung mulai dari feeder, BRT, hingga MRT. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat secara efisien.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Pilar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Perhubungan, dan PT MRT Jakarta. Menurutnya, transportasi publik yang nyaman, aman, dan terjangkau merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat Tangsel dan Banten, terutama bagi para komuter.

Dengan adanya proyek MRT yang diperpanjang hingga Serpong, diharapkan dapat memberikan solusi transportasi yang lebih baik bagi warga sekitar. Namun, kesiapan infrastruktur dan pengelolaan subsidi tetap menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan secara matang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *