Pihak kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) masih belum menemukan petunjuk kuat mengenai keberadaan Muhammad Farhan Hamid, seorang yang dilaporkan hilang setelah terjadi kerusuhan dalam demonstrasi pada Agustus 2025. Penyelidikan terus dilakukan oleh polisi dengan fokus pada lokasi terakhir Farhan terlihat, yaitu di depan Markas Komando Korps Brigade Mobil (Mako Brimob) Kwitang, Jakarta Pusat.
Beberapa upaya pencarian telah dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan disampaikan kepada perwakilan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). KontraS sendiri telah meminta agar pihak kepolisian bertindak serius dalam mencari dua orang yang hilang tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan kamera pengawasan (CCTV) di sekitar area Kwitang. Selain itu, polisi juga melakukan wawancara dengan saksi mata atau warga yang berada di sekitar lokasi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Farhan.
- Dalam wawancara yang dilakukan oleh Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, ia menjelaskan bahwa polisi juga sedang menelusuri jejak digital dari Farhan. “Kami juga menyampaikan bahwa ada aktivitas yang tidak biasa dari akun media sosial Farhan,” ujar Dimas saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Oktober 2025.
Setelah Farhan hilang, akun media sosialnya seperti Instagram dan Facebook sempat aktif. Bahkan, akun WhatsApp milik Farhan membalas pesan dari keluarganya. Namun, KontraS menduga bahwa akun tersebut diretas. “Akun WhatsApp-nya sempat diretas dan kemudian dipegang oleh orang yang belum diidentifikasi oleh kepolisian,” jelas Dimas.
Ia menegaskan bahwa Polda Metro Jaya sangat serius dalam melakukan upaya pencarian terhadap orang hilang. Polisi juga telah menelusuri rute dari arah rumah keluarga Farhan menuju lokasi demonstrasi di Kwitang saat itu. Sayangnya, hasil penyelidikan masih nihil. “Masih belum ada petunjuk kuat soal keberadaan Farhan,” tambah Dimas.
Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo merupakan dua dari sejumlah orang yang dilaporkan hilang oleh keluarga dan kerabat mereka kepada KontraS. Organisasi ini membuka posko aduan orang hilang setelah terjadinya demonstrasi Agustus 2025. Farhan dan Reno terakhir kali terlihat di Mako Brimob Kwitang pada 29 Agustus 2025.
Dua orang lainnya telah berhasil ditemukan. Mereka adalah Bima Permana Putra yang ditemukan oleh kepolisian di Malang, serta Eko Purnomo yang diketahui kini menjadi penangkap ikan di perairan Kalimantan Tengah.
