Daerah  

Pansus Cipayung Kecewa, Kapolres dan Dandim Sorong Tak Hadir di RDP Kasus Penembakan


Ketidakhadiran Pihak Berwenang dalam RDP Pansus Cipayung

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Cipayung DPR Kota Sorong, Syarif Nari, menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Kapolresta Sorong Kota dan Dandim 1802/Sorong dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan di Ruang Aspirasi DPR Kota Sorong, Kamis (2/10/2025). Menurut Syarif, kehadiran pihak berwenang tersebut sangat penting untuk memberikan informasi yang akurat mengenai kasus penembakan yang menjadi aspirasi aliansi Cipayung.

“Pansus membutuhkan informasi yang jelas dan transparan. Namun, hanya Wakapolsek Sorong Timur yang hadir sebagai perwakilan dari polresta. Jika kapolresta tidak bisa hadir, mestinya yang diutus adalah pejabat yang berkompeten, minimal penyidik yang menangani kasus,” ujar Syarif.

Meski demikian, ia mengapresiasi kehadiran pihak RSUD Sele Be Solu yang hadir secara lengkap, termasuk dokter bedah yang menjelaskan secara detail tentang penanganan medis terhadap korban. Menurutnya, hal ini menunjukkan keseriusan rumah sakit dalam memberikan keterangan di forum resmi.

Namun, Syarif juga menyayangkan ketidakhadiran aliansi Cipayung dalam RDP tersebut. Ia menilai kehadiran mereka sangat penting agar dapat mendengar langsung penjelasan dari kepolisian, rumah sakit, maupun TNI.

“Sayangnya, adik-adik Cipayung tidak hadir. Padahal undangan sudah kami sampaikan melalui sekretariat. Mestinya mereka bisa menyaksikan langsung, bukan hanya mendengar dari pansus,” kata Syarif.

Dalam RDP tersebut, dari keterangan kepolisian, kasus penembakan masih dalam tahap penyelidikan dan menunggu hasil forensik. Syarif menegaskan bahwa belum ada detail sejauh mana proses penyidikan berjalan.

“Itu saja poin substansinya. Belum ada detail sejauh mana proses penyidikan berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syarif menegaskan bahwa hasil dari RDP ini akan direkomendasikan kepada pimpinan DPR Kota Sorong untuk ditindaklanjuti. Ia menyebutkan bahwa apa yang disampaikan Kapolres melalui perwakilannya tadi, termasuk keterangan dari rumah sakit dan pihak Kodim, akan dilaporkan kepada pimpinan.

“Apa yang disampaikan Kapolres melalui perwakilannya tadi, termasuk keterangan dari rumah sakit dan pihak Kodim, akan kami laporkan kepada pimpinan. Ini menjadi rekomendasi lanjutan dari Pansus,” pungkasnya.

Fokus pada Proses Penyelidikan dan Transparansi Informasi

Selain itu, Syarif menekankan pentingnya transparansi dalam penyelidikan kasus penembakan. Ia berharap pihak kepolisian dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan terbuka, sehingga masyarakat dapat memahami proses hukum yang sedang berlangsung.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara berbagai instansi terkait, seperti kepolisian, rumah sakit, dan TNI, dalam menangani kasus tersebut. Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat bekerja sama secara efektif dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Langkah Selanjutnya dari Pansus Cipayung

Pansus Cipayung akan terus memantau perkembangan kasus penembakan dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari pihak-pihak yang terlibat. Syarif menegaskan bahwa Pansus akan melakukan evaluasi terhadap semua informasi yang diperoleh selama RDP dan akan membuat laporan lengkap kepada pimpinan DPR Kota Sorong.

Ia juga berharap agar aliansi Cipayung dapat hadir dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya, sehingga mereka dapat turut serta dalam proses pengawasan dan pemantauan terhadap kasus ini.

Kesimpulan

Kasus penembakan yang menjadi fokus Pansus Cipayung memerlukan pendekatan yang objektif dan transparan. Keberadaan pihak-pihak berwenang dalam setiap proses penyelidikan sangat penting untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Syarif Nari berharap agar semua pihak terkait dapat bekerja sama secara aktif dalam menyelesaikan kasus ini dengan cara yang sesuai dengan prosedur hukum dan etika profesi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *