Doa Bersama Kader PPP Jelang Muktamar X
Pada malam Jumat (26/9/2025), para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari berbagai daerah bersama dengan ulama dan habib menggelar doa bersama di Jakarta. Acara ini berlangsung dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, menunjukkan semangat kebersamaan serta harapan akan kelancaran pelaksanaan Muktamar X PPP.
Plt. Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, yang juga Calon Ketua Umum (Caketum) yang diusung pada Muktamar X, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk niat spiritual dari kader-kader PPP untuk memohon agar penyelenggaraan muktamar dapat berjalan sukses, lancar, dan membawa keberkahan bagi umat, bangsa, serta negara.
“Alhamdulillah kita berkumpul, para kader PPP dari seluruh Indonesia melaksanakan doa bersama. Doa ini kita panjatkan agar penyelenggaraan muktamar besok bisa berjalan sukses, lancar, dan membawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Mardiono.
Menurutnya, doa bersama ini tidak dirancang sebagai deklarasi dukungan, melainkan spontanitas dari kader-kader PPP yang ingin memperkuat langkah menjelang muktamar. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak membentuk tim sukses atau membuat deklarasi apa pun.
“Ini semua mengalir dari niat kader-kader dan para ulama. Bagi saya, jabatan Ketua Umum bukan soal ambisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Muktamar X PPP akan digelar di Ancol, Jakarta. Tiga agenda utama dalam muktamar ini adalah mendengarkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lima tahun terakhir, membahas rencana kerja ke depan, serta memilih kepengurusan baru. Mardiono menyatakan siap jika kader masih menghendaki untuk melanjutkan amanah kepemimpinan partai.
“Kalau memang saya masih terpanggil untuk menjalankan amanah ini, insyaAllah akan saya jalankan sebaik-baiknya. Namun sekali lagi, bukan karena ambisi pribadi, melainkan amanah dari partai dan umat,” ujarnya.
Acara doa bersama berlangsung sederhana tanpa atribut politik berlebihan. Para kader yang hadir menegaskan bahwa kegiatan ini juga sebagai jawaban atas isu miring yang menuding adanya pengerahan kelompok tertentu. Mardiono menegaskan bahwa yang hadir di sini adalah para ustaz, ulama, dan habaib yang sehari-hari melayani umat.
“Tidak ada yang namanya preman bayaran,” tegasnya.
Doa bersama ini menjadi simbol kesatuan dan kepercayaan antara kader PPP dengan tokoh-tokoh agama. Dengan semangat yang sama, mereka berharap muktamar X dapat menjadi awal baru dalam perjuangan politik PPP yang lebih kuat dan berkelanjutan.
