Daerah  

Jokowi Bantah Tuduhan Politikus PDIP untuk Selamatkan Citra


Presiden Jokowi Bantah Dukungan ke Prabowo-Gibran Terkait Kasus Ijazah Palsu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi tudingan dari Ketua DPD PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, yang menyebut dukungannya terhadap Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode sebagai upaya menyelamatkan citra dari kasus dugaan ijazah palsu. Jokowi menegaskan bahwa dukungannya tidak memiliki kaitan sama sekali dengan isu tersebut.

“Apakah ada hubungannya? Tidak ada hubungan. Apa hubungannya ijazah dengan dua periode?” ujar Jokowi saat diwawancarai pada Jumat (26/9/2025). Ia menekankan bahwa dukungan tersebut murni untuk melanjutkan program pemerintahan Prabowo-Gibran.

Jokowi juga menjelaskan bahwa sikapnya sudah disampaikan sejak awal kepada para relawan. “Saya sampaikan itu sejak awal dalam pertemuan relawan. Ada yang bertanya dan saya jawab bahwa kita mendukung penuh pemerintahan Pak Prabowo untuk dua periode. Kalau ada yang tidak setuju, itu wajar. Itu namanya demokrasi,” katanya.

Ia juga mengatakan telah memerintahkan seluruh relawan untuk tetap mendukung Gibran dalam Pilpres 2029. “Sejak awal saya sampaikan ke relawan, ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (19/9/2025).

Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Bara Jokowi Presiden (Bara JP), Willem Frans Ansanay, menyatakan bahwa mereka telah menerima amanat dari Jokowi untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pelantikan pengurus DPP Bara JP periode 2025–2030 di Kompleks Museum Joang ’45, Menteng, Jakarta, Sabtu (13/9/2025). Acara tersebut turut dihadiri oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Jokowi membenarkan bahwa arah dukungan tersebut telah ia sampaikan kepada para relawan. “Saya sampaikan itu ke relawan. Kan ada yang bertanya mereka,” tuturnya.

Pandangan Andreas Hugo Pareira: Terlalu Cepat Berbicara Soal Dua Periode

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, membaca adanya strategi di balik arahan Jokowi kepada kelompok relawan untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Menurutnya, Jokowi terlalu dini berbicara tentang dua periode yang terkait Pilpres 2029.

Pemerintahan Prabowo-Gibran belum genap satu tahun. “Pak Jokowi ini ya mungkin momen, ya pasti momennya, terlalu cepat ya. Juga kita perlu memperhatikan latar belakangnya, kenapa Pak Jokowi memaksakan menyampaikan itu terlalu cepat,” kata Andreas dalam program Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Senin (22/9/2025).

Andreas melihat bahwa Jokowi sedang mempersiapkan mekanisme penyelamatan diri dari tuduhan ijazah palsu. Saat ini, mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut tengah dihujani tudingan terkait ijazah palsu. Begitu pula dengan Gibran, yang juga menghadapi polemik serupa.

Gibran digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena ijazah SMA yang digunakan untuk pencalonannya di Pilpres 2029 dianggap bermasalah. “Kita lihat situasi saat ini gimana, serangan terhadap Pak Jokowi soal ijazah dan Gibran juga akhir-akhir dipersoalkan soal ijazahnya. Sehingga ini perlu ada mekanisme penyelamatan,” jelas Andreas.

Analisis Andreas didasari pengalamannya pada Pilpres 2024 lalu, bagaimana aturan konstitusi bisa berubah jelang pencalonan mengakomodasi Gibran menjadi wapres dengan usia di bawah 40 tahun. “Artinya ini analisa kita terhadap apa yang dia sampaikan, memaksakan cepat ini tentu ada latar belakangnya.”

Ia juga mengingatkan bahwa Jokowi sangat cerdik dalam berpolitik. “Kita tahu Pak Jokowi sangat cerdik dalam berpolitik. Dalam perjalanan sekarang bagaimana Pak Jokowi memainkan semua instrumen untuk sampai kepada anaknya itu jadi wakil presiden,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *