Daerah  

BMKG Prediksi Cuaca Jateng Cerah dan Hujan Ringan, Awal Musim Hujan Diperkirakan Oktober


Prediksi Musim Hujan di Jawa Tengah dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengungkapkan bahwa musim hujan akan mulai terjadi di wilayah Jawa Tengah pada awal Oktober. Meski demikian, suhu tetap bisa meningkat meskipun memasuki masa penghujan.

Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, prediksi awal musim hujan untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya berada di dasarian pertama atau 10 hari pertama bulan Oktober. Hal ini disampaikan melalui sambungan telepon pada Jumat (26/9/2025).

Farita menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Kota Semarang dan sekitarnya dalam tiga hari ke depan, yaitu 27-29 September, cenderung cerah berawan. Meski begitu, masih ada potensi hujan ringan hingga sedang. Ia menekankan bahwa untuk wilayah Kota Semarang, cuacanya cukup baik dengan dominasi cuaca cerah berawan. Namun, tetap ada kemungkinan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Selain itu, dia menambahkan bahwa secara umum, wilayah Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Terutama di daerah pegunungan dan bagian selatan Jawa Tengah. Beberapa kabupaten yang memiliki potensi curah hujan antara lain Banyumas, Purbalingga, Wonosobo, Cilacap, Magelang, Kebumen, Purworejo, Batang, Pekalongan, Temanggung, dan Kendal.

Farita juga memberikan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem selama masa transisi menuju musim penghujan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah adanya suhu panas yang belakangan dapat mencapai 36 derajat Celsius. Suhu terpanas biasanya terjadi pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap cuaca ekstrem selama musim peralihan ini. Untuk menghindari dampak negatif dari suhu panas, masyarakat disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, banyak minum air untuk mencegah dehidrasi, menggunakan tabir surya, serta mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman.

Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi perubahan iklim dan cuaca yang terjadi. Pemantauan terus dilakukan oleh BMKG untuk memberikan informasi yang akurat dan up-to-date agar masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *