Daerah  

Perintah Panglima TNI: Hindari Keracunan MBG di SPPG


Peran Penting Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses pelayanan makanan yang disediakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta seluruh komandan satuan yang mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan pengawasan melekat guna mencegah terjadinya kasus keracunan atau penurunan kualitas makanan.

Pengawasan Terhadap Proses Penyiapan Menu MBG

Agus menekankan bahwa setiap langkah dalam penyiapan menu MBG harus dipantau secara berkala. Hal ini mencakup pemeriksaan bahan baku, kebersihan alat-alat dapur, cara memasak, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Ia menyatakan bahwa setiap komandan satuan harus memastikan bahwa semua proses berjalan dengan baik dan sesuai standar kesehatan.

“Saya sudah sampaikan kepada seluruh komandan satuan di jajaran agar selalu mengecek, mulai dari bahan baku yang dibeli, kemudian peralatannya, dan cara memasaknya,” ujarnya saat ditemui seusai meresmikan SPPG milik TNI di Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

Kebiasaan Mengecek Kualitas Makanan

Dalam pengalamannya, Agus sering kali melakukan pengecekan langsung terhadap makanan yang akan dibagikan kepada prajurit. Ia bahkan pernah mencicipi makanan tersebut sebelum dibagikan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa makanan tersebut bersih, aman, dan memiliki kualitas yang baik.

“Kalau saya dulu waktu saya Danyon dan Danrindam, biasanya test food dulu. Di meja saya ada makanan yang harus dimakan oleh prajurit dulu. Saya cek higienisnya, kemudian juga untuk kualitas makanan,” katanya.

Peresmian SPPG TNI di Berbagai Wilayah

Hari ini, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan SPPG TNI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung program MBG. Acara peresmian dilaksanakan di SPPG Lanud Adi Soemarmo, yang berada di wilayah Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dari total target 2.000 unit SPPG, saat ini telah terwujud sebanyak 452 unit yang tersebar di berbagai satuan TNI. Hingga saat ini, TNI telah mengoperasikan 113 SPPG dan baru saja meluncurkan tambahan 339 unit SPPG di satuan-satuan seperti Batalyon, Kodim, Lanal, Lanud, Pindam, dan Korem.

Jumlah Penerima Manfaat dan Tanggung Jawab TNI

Sejauh ini, jumlah siswa yang telah terlayani oleh program MBG melalui SPPG TNI mencapai 378.745 orang. Agus menjelaskan bahwa partisipasi TNI dalam program ini merupakan bentuk tanggung jawab, moral, dan pengabdian TNI kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa TNI selalu hadir dalam membantu kesulitan rakyat, termasuk dalam pemenuhan gizi bagi anak sekolah.

“Ini dalam upaya untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Agus berharap seluruh satuan TNI yang ditunjuk dapat menjalankan program ini dengan penuh dedikasi, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Ia optimis bahwa jumlah penerima manfaat akan terus meningkat setiap harinya. Dengan pengawasan ketat dan komitmen yang tinggi, program MBG akan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata TNI dalam membangun masa depan bangsa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *