Daerah  

Anggota DPRD Manggarai Timur Kunjungi Jembatan Wae Emas yang Rusak Selama Tujuh Tahun


Kunjungan Anggota DPRD Manggarai Timur ke Jembatan Wae Emas yang Rusak

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, melakukan kunjungan ke lokasi Jembatan Wae Emas di wilayah Golo Wuas, Kecamatan Kota Komba Utara. Dalam kunjungan tersebut, dua anggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yaitu Paulus Yohanes Yorit Poni dan Gensius Jerabu, meninjau kondisi jembatan yang telah rusak sejak tujuh tahun lalu.

Jembatan ini terletak di perbatasan antara Golo Wuas dan Golo Nderu. Sebelumnya, jembatan ini selesai dibangun dan berfungsi dengan baik. Namun, hanya enam bulan setelah selesai, jembatan tersebut mengalami kerusakan parah hingga akhirnya ambruk. Akibat dari kerusakan ini, akses utama dari Elar Selatan menuju Borong terputus total.

Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat setempat membangun titian kayu sebagai solusi darurat agar dapat melintasi sungai. Sayangnya, konstruksi sederhana ini tidak mampu menahan beban kendaraan besar dan harus diperbaiki secara berkala setiap tahun.

Selama kunjungan, jembatan diketahui baru saja diperbaiki oleh warga setempat secara swadaya. Perbaikan ini dilakukan setelah selama tujuh bulan jembatan tidak bisa digunakan. Akibat dari ketidaktersediaan jembatan, waktu tempuh dari Golo Wuas ke Borong meningkat signifikan.

“Saat jembatan masih berfungsi, warga Golo Wuas hanya butuh waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke Borong. Sekarang mereka harus memutar lewat jalur Sipi-Borong dengan waktu tempuh 4 hingga 5 jam,” ujar Yorit Poni saat meninjau lokasi tersebut.

Yorit Poni menyampaikan bahwa ia mendesak instansi terkait seperti Dinas PUPR dan BPBD Manggarai Timur segera mengambil tindakan agar akses masyarakat dapat segera pulih. Ia juga menekankan pentingnya kembali lancarnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Selain itu, Yorit Poni menyoroti kurangnya infrastruktur di Kecamatan Elar Selatan. Hingga saat ini, daerah ini belum memiliki jalan kabupaten yang langsung terhubung ke Borong. Menurutnya, pembangunan dua jalur penghubung harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Dua jalur yang dimaksud adalah jalur Wukir–SP Rajong–Wae Lengga dan jalur Simpang Lima–Teno Mese–Benteng Pau–Golo Wuas–Borong. Pembangunan kedua jalur ini dinilai sangat penting dalam upaya mempercepat pemerataan infrastruktur antarwilayah.

Menurut Yorit Poni, pemerataan infrastruktur akan membantu mengurangi ketimpangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah terisolasi seperti Elar Selatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu lebih proaktif dalam merencanakan dan menjalankan program pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan adanya perhatian dari anggota DPRD, diharapkan ada langkah konkret yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi jembatan dan infrastruktur lainnya di wilayah tersebut. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kualitas hidup mereka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *