Daerah  

9 Armada Koalisi Freedom Flotilla Ikuti Pelayaran Melintasi Gaza




Malta — Sembilan armada dari Freedom Flotilla Coalition (FFC) telah melanjutkan perjalanan mereka untuk menembus blokade Gaza. Mereka berlayar dari Malta, Italia, setelah Zionis Israel menyerang armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Gaza pada Rabu dan Kamis lalu. Lebih dari 100 relawan dan aktivis dari sedikitnya 25 negara turut serta dalam pelayaran susulan ini.

Armada FFC terdiri dari beberapa kapal seperti Kapal Abd Elkari Eid, Kapal Alaa Al-Najjar, Kapal Anas Al-Sharif, dan Kapal Conscience. Selain itu, ada juga Kapal Gaza Sunbird, Kapal Leila Khaled, Kapal Milad, Kapal Soul of My Soul, dan Kapal Umm Saad. Berdasarkan situs pemantauan pelayaran, pada Jumat (3/1/2025), armada-armada kemanusian FFC tersebut sudah berada di perairan internasional di sebelah tenggara-selatan Pulau Kreta, Yunani.

“Israel menyerang kawan-kawan kami (Global Sumud Flotilla). Dan kami tidak akan berhenti. Kami akan terus berlayar ke garis depan hingga Palestina bebas, hingga Gaza berhenti menderita,” demikian pernyataan FFC yang dikutip dari situs resmi mereka, Jumat (3/1/2025).

Salah satu armada yang ikut dalam pelayaran ini adalah Kapal Conscience. Kapal besar ini membawa sedikitnya 92 relawan dan aktivis, termasuk para dokter, perawat, dan wartawan.

Kapal Conscience sebelumnya pernah berlayar menuju Gaza bersama misi kemanusian Thousand Madleens pada Mei 2025. Namun, saat itu, Kapal Conscience mengalami serangan pengeboman oleh Zionis Israel di perairan internasional lepas Malta. Akibatnya, kapal ini harus sandar lama di Porto Otranto.

Sementara Thousand Madleens tetap melanjutkan perjalanan, namun akhirnya diserang dan 21 relawan serta aktivis yang terlibat dalam misi tersebut diculik oleh pasukan Zionis Israel. Pada 25 dan 27 September 2025, Kapal Conscience dinyatakan siap melanjutkan misi moralnya.

“Kapal Conscience adalah kapal terbaru dan terbesar dalam armada koalisi kami. Nama tersebut bukan hanya mewakili perlawanan gigih untuk membongkar blokade Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza, tetapi juga merupakan panggilan kesadaran manusia terhadap penjajahan Israel di Palestina,” kata Huwaida Arraf, anggota Komite Pengarah FFC.

“Sebagai manusia, kami memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan hal yang benar demi melestarikan kehidupan,” tambah Huwaida.

Dr Ricardo Corradi, salah satu partisipan dalam misi Freedom Flotilla Coalition, menyampaikan bahwa partisipasi tim medis dan wartawan dalam Kapal Conscience merupakan jawaban moral atas profesi masing-masing tentang pentingnya mengingatkan dunia akan bantuan yang dibutuhkan orang-orang Palestina di Gaza.

“Sebagai jurnalis dan tenaga medis, kami memiliki tanggung jawab untuk bergabung dalam misi ini. Kami harus bersama-sama dalam catatan sejarah yang benar untuk mengingatkan dunia yang bisu di atas penjajahan dan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” ujarnya.

Armada Global Sumud Flotilla mengalami penyerangan dari 20 kapal perang Zionis Israel pada Rabu (1/10/2025) dan Kamis (2/10/2025) di perairan internasional Laut Mediterania dekat Gaza. Steering Committee Global Sumud Flotilla menyampaikan bahwa sebanyak 42 kapal yang membawa obat-obatan, susu bayi, air bersih, dan kebutuhan sehari-hari lainnya untuk masyarakat Palestina di Gaza dibajak oleh pasukan bersenjata. Sedikitnya 512 relawan dan aktivis dari 47 negara yang terlibat dalam misi tersebut kini dalam tahanan Zionis Israel.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *