Kebijakan Malaysia Terhadap Warga Israel yang Terlibat dalam Komunitas Startup
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa pemerintah akan segera mendeportasi setiap warga negara Israel yang ditemukan berada di wilayah Malaysia jika terbukti melanggar aturan imigrasi. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan seorang warga Israel dalam operasional sebuah komunitas startup swasta di negara bagian Johor.
Dalam pernyataannya, Anwar Ibrahim menyatakan bahwa seluruh lembaga terkait telah diperintahkan untuk menyelidiki laporan mengenai dugaan keberadaan warga Israel yang diduga terlibat dalam operasional Network School, sebuah komunitas startup internasional yang berlokasi di Johor. Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan toleransi apabila penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran terhadap kebijakan imigrasi maupun aturan keamanan nasional.
“Jika kami menemukan warga Israel, kami akan segera mendeportasi mereka karena kami tidak mengakui Israel,” tegas Anwar seperti dikutip media lokal Free Malaysia Today. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah Malaysia tetap mempertahankan kebijakan luar negeri yang konsisten terhadap Israel, termasuk pembatasan masuk bagi warga negara Israel ke wilayah Malaysia.
Ancaman Zohran Mamdani terhadap Netanyahu
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, melontarkan ancamannya siap menangkap Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Ia mengaku sedang berkonsultasi dengan pihak berwenang kota mengenai kemungkinan penangkapan Netanyahu jika ia mengunjungi kota tersebut untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) pada bulan September 2026 mendatang.
Dalam wawancara dengan The New York Times (NYT), Mamdani menegaskan kembali pandangannya bahwa Netanyahu, yang menjadi subjek surat perintah penangkapan ICC (Mahkamah Pidana Internasional). Netanyahu dituding terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza dan harus diadili atas tindakan militer Israel di Gaza.
“Saya percaya bahwa Perdana Menteri Netanyahu pantas berada di Den Haag,” kata Mamdani. “Dia adalah penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional.”
Peningkatan Kekuatan Militer AS di Timur Tengah
Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan tambahan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan F-35 Lightning II. Tak hanya mengirim jet tempur, Pentagon juga mengerahkan pesawat tanker pengisian bahan bakar di tengah kembali memanasnya konflik antara Washington dan Teheran setelah gencatan senjata kedua negara dilaporkan runtuh.
Berdasarkan laporan Air & Space Forces Magazine, Pentagon mempercepat pengiriman pesawat tempur sebagai bagian dari penguatan operasi militer Amerika Serikat di kawasan. Pesawat yang dikirim meliputi F-16 Fighting Falcon milik Skuadron Tempur ke-480 yang berpangkalan di Spangdahlem, Jerman, serta F-35 Lightning II dari Sayap Tempur ke-48 yang berbasis di RAF Lakenheath, Inggris.
Peningkatan kekuatan militer AS terjadi setelah hubungan Washington dan Teheran kembali memburuk menyusul gagalnya mempertahankan gencatan senjata. Perselisihan terkait situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia, disebut menjadi pemicu utama meningkatnya ketegangan.
Pembubaran Parlemen Israel dan Pemilu 2026
Parlemen Israel atau Knesset resmi dibubarkan setelah menyelesaikan masa jabatan penuh selama empat tahun, Jumat (18/7/2026). Pembubaran ini membuka jalan bagi pemilihan umum nasional pada 27 Oktober 2026 yang diperkirakan menjadi penentu masa depan politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Berbeda dari biasanya, Knesset kali ini berhasil menyelesaikan masa jabatan hingga akhir, sementara pada periode-periode sebelumnya parlemen kerap dibubarkan lebih awal akibat runtuhnya pemerintahan koalisi. Sebelum memasuki masa kampanye, Knesset menggelar sidang maraton untuk mengesahkan sejumlah undang-undang penting, termasuk Undang-Undang Pendanaan Partai yang menjadi dasar pencairan dana kampanye sekaligus menetapkan pemilu digelar pada 27 Oktober 2026.
Serangan Udara AS Hantam Infrastruktur Iran
Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ketujuh berturut-turut pada Jumat (17/7/2026). Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah unggahan di X, mengatakan serangan yang dimulai pada pukul 19.00 GMT itu dirancang untuk “terus melemahkan kemampuan militer Iran.”
Lima ledakan terdengar pada Sabtu (18/7/2026) dini hari di Yazd, Iran tengah, lapor kantor berita negara IRNA. Kantor berita Iran lainnya, Mehr, melaporkan ledakan terdengar di beberapa provinsi di selatan Iran. Serangan udara AS telah menghantam jembatan-jembatan di provinsi Hormozgan selatan Iran, lapor televisi pemerintah Iran.
Serangan tersebut mengenai Bandar Khamir, sebuah kota di pesisir Iran di Selat Hormuz. Dilansir AP News, serangan terhadap jalan raya dan jembatan kereta api tampaknya bertujuan untuk memutus akses Bandar Abbas, pelabuhan utama Iran, dari jalan-jalan yang menuju ke wilayah tengah Republik Islam dan selanjutnya ke Teheran, ibu kotanya.










