Ringkasan Berita:
- YPMAK menetapkan Ani Yusuf Amang sebagai Ketua Pokja Jalan Baru, Mimika, menggantikan pejabat sebelumnya yang wafat.
- Restrukturisasi ini bertujuan menjaga keberlanjutan program hingga 2027. Selain menyetujui kepengurusan baru,
- YPMAK merespons usulan warga terkait penambahan dana operasional Rp300 juta dan mengimbau pengurus fokus merancang program ekonomi produktif agar masyarakat mandiri secara finansial.
Laporan Wartawan , Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mensosialisasikan Program Kampung (Pokja) sekaligus menetapkan struktur kepengurusan baru untuk wilayah Jalan Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (4/9/2026).
Sosialisasi ini untuk menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di kawasan perkotaan Timika hingga 2027.
Penetapan struktur anyar ini memposisikan Ani Yusuf Amang (Anius Uamang) sebagai Ketua Pokja Jalan Baru pengganti pejabat terdahulu yang telah wafat.
Posisinya didampingi Jeri Beanal sebagai Sekretaris dan Yunus Onawame sebagai Bendahara.
Pergantian kepemimpinan ini disahkan usai YPMAK merampungkan pemeriksaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya.
Wakil Ketua Pengurus Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai Uamang, menegaskan bahwa masyarakat sepakat mempertahankan susunan tim kerja yang ada.
Kehadiran ketua baru diharapkan langsung memicu percepatan penyusunan usulan kerja periode berikutnya.
“LPJ kepengurusan lama, termasuk kinerja almarhum, sudah selesai diperiksa. Dengan lengkapnya struktur ini, pengurus segera menyusun usulan program baru untuk pencairan tahap selanjutnya,” ujar Feri.
Di tengah restrukturisasi, forum sosialisasi diwarnai dorongan kuat dari warga terkait evaluasi nilai bantuan.
Para tokoh masyarakat mengusulkan kenaikan alokasi dana operasional yang saat ini berada di angka Rp300 juta per wilayah perkotaan.
Besaran dana tersebut dinilai sudah tidak memadai seiring melonjaknya populasi warga migran dari wilayah pegunungan (Highland) seperti Ilaga yang kini menetap di kawasan Jalan Baru.
Menanggapi hal tersebut, YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) berkomitmen memetakan ulang kebutuhan riil masyarakat berdasarkan demografi wilayah.
Namun, YPMAK memberikan catatan kritis agar pengalokasian dana ke depan tidak habis untuk kegiatan konsumtif belaka.
Pengurus Pokja diinstruksikan merancang program berbasis ekonomi produktif yang berorientasi jangka panjang.
Feri mencontohkan keberhasilan budi daya kopi dan kelapa di wilayah pegunungan yang disesuaikan dengan potensi lokal.
Model pemberdayaan berbasis kemandirian ekonomi serupa ingin diterapkan di kawasan perkotaan agar warga tidak terus bergantung pada stimulus dana hibah.
“Kami minta pengurus memikirkan program yang produktif dan berkelanjutan. Goal utamanya adalah masyarakat memiliki usaha mandiri yang tetap berjalan meski pendanaan program telah usai,” tegas Feri.
Seluruh agenda kerja Pokja Jalan Baru dipastikan terus bergulir hingga masa bakti berakhir pada 2027. Setelah periode tersebut selesai,
YPMAK mengevaluasi total terhadap efektivitas program serta jajaran kepengurusan.
Untuk tahap awal, pengurus baru bersama warga akan segera menggelar musyawarah mufakat guna menyusun prioritas usulan kegiatan yang bakal diajukan ke YPMAK. (*)


