Daerah  

Warga Sarimukti Kesal Jalan Berlubang dan Bau Akibat Limbah Truk Sampah, Sering Jadi Tempat Kecelakaan


Bahaya Lindi dari Truk Sampah yang Mengancam Pengendara

Lindi atau limbah cair yang berasal dari truk-truk pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, menimbulkan berbagai masalah bagi pengguna jalan. Kucuran lindi tersebut sering kali mengalir dari bak truk yang sedang membawa sampah ke TPA, sehingga menyebabkan kondisi jalan menjadi tidak aman dan berbau tidak sedap.

Pada Rabu, 10 Desember 2025, pantauan menunjukkan bahwa lindi terlihat mengalir dari beberapa truk pengangkut sampah yang sedang antre untuk membuang muatan di TPA Sarimukti, Desa Sari­mukti, Kecamatan Cipatat, KBB. Air limbah ini mengeluarkan bau yang sangat tidak menyenangkan dan mengering di permukaan jalan. Akibatnya, jalan tampak gelap dan berbau, serta membahayakan pengendara yang melintasinya.

Pengendara harus ekstra hati-hati ketika melewati jalur tersebut karena genangan lindi bisa membuat jalan licin. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan roda dua. Ugan (61), warga Kampung Cica­das, Desa Sarimukti, mengatakan bahwa kecelakaan sering terjadi akibat genangan lindi di jalan. “Sering kecelakaan, motor seuseurna,” ujarnya.

Kecelakaan terjadi ketika kendaraan melindas genangan lindi. Saat mengemudi, kendaraan dan pengendaranya bisa tergelincir karena jalan yang licin akibat lindi tersebut. Menurut Ugan, kucuran lindi berasal dari truk-truk yang mengangkut sampah, terutama dari pasar seperti Ciroyom dan Caringin. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih memperhatikan masalah ini karena lindi di jalan bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, truk-truk tersebut juga melewati jalur permukiman, sehingga mengganggu warga dengan bau lindi yang menyengat. Ugan menambahkan bahwa sampah dari muatan truk juga masih ada yang berceceran atau terjatuh ke jalan. Meskipun bak truk telah dilengkapi dengan rambang atau tali agar muatan tidak terjatuh, kondisi ini tetap terjadi. “Sing rapih rambangna ulah nepika awur-awuran,” katanya, yang artinya pemasangan talinya harus rapi dan tidak sampai ada sampah yang jatuh.

Selain lindi dan sampah, belatung dari muatan sampah truk juga sering kali jatuh ke jalan. Nandang (50), warga Cicadas lainnya, mengatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya dibersihkan. “Kedahna mah dibersihan,” ujarnya.

Dari pantauan, akses menuju TPA Sarimukti terlihat kumuh. Padahal, jalan tersebut bukan hanya digunakan untuk pengangkutan sampah TPA Sarimukti saja. Sebelum TPA dibangun, jalan ini sudah digunakan oleh warga untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, kini kondisinya semakin memprihatinkan akibat kucuran lindi dan sampah yang tercecer di sepanjang jalan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *